Daily News 02 December 2025
-
BSDE
Bumi Serpong Damai Tbk
-
PT. Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) berencana menerbitkan surat utang senilai total Rp1,75 triliun, yang terdiri dari Obligasi Berkelanjutan IV Tahap II Tahun 2025 sebesar Rp1,25 triliun dalam empat seri dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2025 sebesar Rp500 miliar dalam dua seri. Obligasi terbagi menjadi: Seri A Rp73,4 miliar dengan kupon 5,50% tenor 3 tahun; Seri B Rp458,2 miliar dengan kupon 6,00% tenor 5 tahun; Seri C Rp509,25 miliar dengan kupon 6,25% tenor 7 tahun; dan Seri D Rp210 miliar dengan kupon 6,50% tenor 10 tahun. Kupon dibayar triwulanan, dengan pembayaran pertama 17 Maret 2026 dan pelunasan pokok secara bullet pada saat jatuh tempo masing-masing seri (Desember 2028, 2030, 2032, dan 2035).
Sukuk Ijarah yang ditawarkan berjumlah Rp500 miliar dan terdiri dari Seri A dengan sisa imbalan Rp340 miliar (ekuivalen 6,25% per tahun, tenor 7 tahun) dan Seri B dengan sisa imbalan Rp160 miliar (ekuivalen 6,50% per tahun, tenor 10 tahun). Cicilan imbalan Ijarah juga dibayarkan setiap triwulan dengan pembayaran pertama pada 17 Maret 2026, sementara pembayaran cicilan terakhir sekaligus sisa imbalan dilakukan pada 17 Desember 2032 untuk Seri A dan 17 Desember 2035 untuk Seri B. Baik obligasi maupun Sukuk Ijarah akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia, dengan jadwal: penawaran umum 10?12 Desember 2025, penjatahan 15 Desember, pengembalian dana dan distribusi elektronik 17 Desember, serta pencatatan pada 18 Desember 2025.
Dari sisi penggunaan dana, sekitar 84,9% hasil emisi obligasi (sekitar Rp1,05 triliun) akan digunakan untuk pembayaran lebih awal pokok fasilitas term loan dari Bank Tabungan Negara, sementara sekitar 15,1% (Rp187,5 miliar) dialokasikan untuk pelunasan lebih awal fasilitas term loan dari Bank Permata. Seluruh dana hasil penawaran Sukuk Ijarah setelah biaya emisi akan digunakan sebagai modal kerja, antara lain untuk pembayaran gaji karyawan, beban penjualan, serta beban umum dan administrasi. Secara strategis, aksi ini merupakan langkah liability management untuk memperpanjang profil jatuh tempo utang dan mengalihkan sebagian pendanaan bank menjadi pendanaan pasar modal, sekaligus menjaga fleksibilitas likuiditas dan struktur biaya keuangan BSDE ke depan.
https://emitennews.com/news/bsde-tawarkan-surat-utang-rp175-t-intip-besaran-bunganya
-
ENRG
Energi Mega Persada Tbk
-
PT. Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) berencana menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2025 senilai Rp500 miliar sebagai bagian dari program berkelanjutan dengan total plafon Rp4 triliun. Obligasi ini akan ditawarkan dalam tiga seri: Seri A berjangka 370 hari kalender, Seri B bertenor 3 tahun, dan Seri C bertenor 5 tahun, seluruhnya akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia. Penerbitan ini diarahkan untuk memperkuat struktur pendanaan jangka pendek-menengah sekaligus menegaskan komitmen ENRG terhadap transparansi dan likuiditas di pasar modal.
Secara fundamental, ENRG memiliki rekam jejak yang kuat dalam pengelolaan cadangan migas. Perseroan sukses mengembangkan green fields seperti Lapangan TSB (Kangean PSC) dengan puncak produksi 300 MMSCFD dan Bentu PSC dengan produksi gas rata-rata sekitar 80 MMSCFD. Di sisi lain, strategi revitalisasi mature fields juga membuahkan hasil, antara lain peningkatan produksi minyak Malacca Strait PSC dari sekitar 1.100 BOPD pada 2017 menjadi sekitar 5.000 BOPD secara berkelanjutan, serta produksi gas Sengkang yang stabil di kisaran 40 MMSCFD. Kinerja eksplorasi pun ditopang tingkat reserves replacement ratio 2,15x dan reserves to production 10,89x, yang mengindikasikan keberlanjutan basis cadangan.
ENRG juga menonjol pada aspek keberlanjutan dengan reputasi ESG yang solid, tercermin dari penilaian sangat baik dari Dunn & Bradstreet, kategori medium risk dari Sustainalytics, serta raihan Proper Hijau dan Biru dari pemerintah. Manajemen melihat minyak dan gas tetap menjadi pilar utama sistem energi nasional beberapa tahun ke depan, dengan proyeksi permintaan minyak naik 139% dan gas 298% hingga 2050. Dalam konteks tersebut, penerbitan obligasi menjadi instrumen penting untuk mendukung ekspansi dan akuisisi aset migas baru, menjaga peningkatan produksi, serta menjalankan visi membangun masa depan energi yang aman, andal, dan berkelanjutan, sambil memperkuat kemitraan dengan seluruh pemangku kepentingan lintas generasi.
https://emitennews.com/news/enrg-jajakan-obligasi-rp4-t-telisik-tujuannya
-
INET
Sinergi Inti Andalan Prima Tbk.
-
PT. Sinergi Inti Andalan Prima Tbk. (INET) menutup periode 30 September 2025 dengan kinerja yang sangat impresif, di mana pendapatan melonjak 195% menjadi Rp68,60 miliar dari Rp23,28 miliar dan laba bersih melejit 819% menjadi Rp19,37 miliar. Lonjakan pendapatan terutama berasal dari bisnis penyedia layanan internet yang naik signifikan, sementara periode ini juga mulai mencatat kontribusi dari jasa konstruksi sebesar Rp1,44 miliar. Efisiensi operasional mendorong laba usaha melesat dari Rp2,49 miliar menjadi Rp25,27 miliar, dan EBITDA turut meningkat tajam menjadi Rp35,35 miliar dari Rp4,68 miliar. Dari sisi neraca, total aset hampir dua kali lipat menjadi Rp454,59 miliar, sejalan dengan ekspansi besar, sementara liabilitas naik menjadi Rp93,07 miliar untuk menopang pertumbuhan tersebut.
Manajemen menegaskan bahwa momentum pertumbuhan INET sangat kuat dan diproyeksikan berlanjut hingga akhir tahun, terutama karena perusahaan memasuki fase ekspansi agresif di sektor infrastruktur digital. Untuk mendukung ambisi tersebut, INET mengumumkan aksi korporasi besar berupa rights issue senilai Rp3,2 triliun. Dana tersebut akan dialokasikan untuk pembangunan jaringan FTTH Wi-Fi 7 berkapasitas besar di Bali, Lombok, dan Jawa melalui entitas GPI dan IAB, serta pembayaran IRU kabel laut oleh PFI. Aksi ini menegaskan komitmen INET menjadi “tulang punggung infrastruktur digital Indonesia” di tengah penetrasi fixed broadband nasional yang masih rendah, yakni sekitar 15%.
INET juga tengah memperkuat ekosistem bisnisnya melalui akuisisi dua perusahaan strategis: PT. Trans Hybrid Communication (THC) dengan akuisisi 60% saham pengendali untuk memperluas layanan konektivitas, IP Transit, hingga managed services; serta PT. Personel Alih Daya Tbk. (PADA) dengan akuisisi 53,57% saham untuk memperkuat kemampuan operasional dan penyerapan tenaga kerja berskala besar. Komitmen kuat dari pemegang saham utama, PT. Abadi Kreasi Unggul Nusantara, yang siap menyerap seluruh hak rights issue senilai Rp1,78 triliun dan bertindak sebagai standby buyer hingga Rp1,41 triliun, memastikan aksi korporasi ini berjalan lancar. Dengan kombinasi kinerja keuangan yang tumbuh eksponensial, rencana investasi besar di FTTH dan kabel laut, serta strategi akuisisi terintegrasi, INET semakin kokoh menempatkan diri sebagai pemain utama infrastruktur digital di Indonesia.
https://emitennews.com/news/inet-siap-jadi-tulang-punggung-infrastruktur-digital-indonesia
-
MDKA
Merdeka Copper Gold Tbk.
-
PT. Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) memberikan fasilitas pembiayaan sebesar USD50 juta kepada entitas terkendali, PT. Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS). Dana ini akan masuk ke kas EMAS dan dapat digunakan untuk berbagai keperluan korporasi umum, termasuk pengeluaran modal (capex), kebutuhan operasional, modal kerja, dan kebutuhan lain sesuai kebutuhan bisnis EMAS. Skema ini menegaskan peran MDKA sebagai pendukung pendanaan utama bagi lini usaha emas dalam grup Merdeka. Fasilitas pinjaman tersebut dikenakan bunga sebesar 3M term SOFR ditambah marjin 5,76% per tahun dengan jatuh tempo pada 31 Desember 2026, atau tanggal lain yang disepakati tertulis para pihak.
Merdeka Resources dapat melakukan drawdown, membayar kembali, dan meminjam kembali (revolving) selama periode ketersediaan fasilitas, sepanjang seluruh kewajiban dilunasi penuh pada saat jatuh tempo. Fasilitas ini bersifat tanpa jaminan khusus atas aset EMAS, sehingga fleksibel dari sisi struktur agunan namun tetap menjadi kewajiban yang harus diselesaikan penuh pada saat jatuh tempo.
Manajemen menjelaskan bahwa transaksi ini dinilai lebih efisien dilakukan secara intragroup antara MDKA dan Merdeka Resources, mengingat EMAS merupakan perusahaan terkendali. Dengan dukungan pendanaan yang lebih terukur dan terstruktur, diharapkan kinerja Merdeka Resources dapat dioptimalkan dan pada akhirnya memberi dampak positif bagi MDKA secara konsolidasi, sekaligus menciptakan nilai tambah tidak langsung bagi para pemegang saham.
https://emitennews.com/news/mdka-injeksi-emas-usd50-juta-telisik-peruntukannya