Daily News 03 December 2025

December 03, 2025 No. 2941

DSSA

Dian Swastatika Sentosa Tbk

PT. Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) membukukan laba bersih USD177,24 juta sepanjang sembilan bulan pertama 2025, turun 27,31% YoY. Koreksi laba ini terjadi di tengah pendapatan usaha yang ikut melemah 10,26% menjadi USD2,01 miliar, sementara beban pokok penjualan justru naik tipis ke USD1,32 miliar. Alhasil, laba kotor tertekan turun 26,69% menjadi USD690,7 juta. Di saat yang sama, beban usaha naik dari USD395,63 juta menjadi USD410,05 juta, ditopang kenaikan beban umum & administrasi serta beban eksplorasi, sehingga laba usaha terkoreksi tajam menjadi USD280,65 juta dari USD546,56 juta.

Di bawah laba operasi, beberapa pos non-operasional memberi penopang, seperti pendapatan bunga yang naik menjadi USD58,95 juta, keuntungan selisih kurs yang berbalik positif menjadi USD10,24 juta, dan ekuitas laba bersih investasi yang meningkat menjadi USD21,45 juta. Namun, tekanan tetap datang dari beban bunga dan keuangan yang membengkak menjadi USD48,76 juta. Secara agregat, laba periode berjalan turun dari sekitar USD440,04 juta menjadi USD275,1 juta, sejalan dengan tekanan margin di level operasional dan kenaikan biaya pendanaan.

Dari sisi neraca, DSSA masih menunjukkan ekspansi skala usaha dengan total aset yang naik menjadi USD4,17 miliar dari USD3,69 miliar di akhir 2024. Ekuitas turut menguat menjadi USD2,15 miliar, meski total liabilitas juga meningkat signifikan menjadi USD2,01 miliar dari USD1,75 miliar, mengindikasikan pemanfaatan leverage yang lebih tinggi untuk menopang pertumbuhan dan investasi. Kombinasi penurunan margin, beban usaha yang meningkat, dan kenaikan liabilitas membuat profil risiko-finansial DSSA sedikit lebih tinggi dibanding tahun lalu, meski secara ukuran dan basis aset perseroan masih tergolong kuat di dalam Grup Sinar Mas.

https://emitennews.com/news/kuartal-iii-laba-grup-sinarmas-dssa-anjlok-2731-persen

IMJS

Indomobil Multi Jasa Tbk.

PT. Indomobil Multi Jasa Tbk. (IMJS), emiten jasa pembiayaan dan layanan otomotif grup Salim, berencana melaksanakan Penawaran Umum Terbatas (PUT) IV dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) hingga 2.194.937.500 saham baru bernominal Rp200 per saham. Aksi ini mewakili sekitar 20,23% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah PUT IV, dengan harga pelaksanaan Rp230 per saham, sehingga potensi dana yang dihimpun mencapai sekitar Rp504,83 miliar. Setiap pemegang 138 saham yang tercatat dalam DPS pada 10 Desember 2025 berhak memperoleh 35 HMETD, memberikan peluang bagi pemegang saham lama untuk mempertahankan porsi kepemilikannya.

Sebagai pengendali, PT Indomobil Sukses Internasional Tbk yang saat ini menggenggam 91,97% saham IMJS telah menyatakan komitmen untuk mengeksekusi seluruh haknya sebesar 2.018.694.207 HMETD. Seluruh dana bersih hasil PUT IV akan disuntikkan sebagai setoran modal ke CSM, entitas anak yang 99,99% dimiliki perseroan, sehingga secara efektif memperkuat struktur permodalan dan kapasitas ekspansi bisnis anak usaha tersebut. Hal ini menegaskan bahwa rights issue tidak sekadar bersifat refinancing, tetapi diarahkan untuk mendukung pertumbuhan operasional di level anak perusahaan.

Adapun jadwal utama PUT IV meliputi: Cum HMETD di pasar reguler dan negosiasi pada 8 Desember 2025, Ex HMETD pada 9 Desember 2025, Cum HMETD di pasar tunai pada 10 Desember 2025, dan Ex HMETD pada 11 Desember 2025. Recording date penetapan DPS berhak HMETD jatuh pada 10 Desember 2025 pukul 16.00 WIB, dengan pencatatan HMETD di BEI pada 12 Desember 2025 dan periode perdagangan HMETD berlangsung pada 12?18 Desember 2025. Struktur jadwal ini memberi ruang bagi investor untuk memperdagangkan haknya, baik untuk menambah eksposur maupun melakukan monetisasi HMETD di pasar.

https://emitennews.com/news/emiten-grup-salim-imjs-gelar-put-iv-bidik-dana-rp50483-miliar

RAJA

Rukun Raharja Tbk

PT. Rukun Raharja Tbk. (RAJA) membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar USD17,75 juta per 30 September 2025, turun 8,31% dari USD19,36 juta pada periode yang sama tahun lalu. Laba per saham dasar dan dilusian ikut terkoreksi ke USD0,00420 dari USD0,00458. Padahal secara top line, pendapatan bersih masih tumbuh 3,36% menjadi USD196,04 juta dari USD189,66 juta, dengan beban pokok yang naik tipis ke USD139,75 juta sehingga laba kotor masih meningkat 9,47% menjadi USD56,28 juta.

Di level operasional, RAJA mencatat beban umum dan administrasi yang naik cukup signifikan menjadi USD16,13 juta dari USD13,53 juta, serta rugi selisih kurs USD2,17 juta yang berbalik dari sebelumnya laba sekitar USD355 ribu. Meski demikian, pendapatan lain-lain melonjak ke USD4,07 juta dari sekitar USD578 ribu, sementara beban lain-lain hanya naik terbatas, sehingga laba usaha masih meningkat menjadi USD40,54 juta dari USD37,52 juta. Laba sebelum pajak juga naik ke USD37,07 juta dari USD35,09 juta, didukung beban keuangan yang sedikit lebih rendah dan kontribusi laba entitas asosiasi yang masih solid meski turun (USD4,01 juta dari USD5,25 juta).

Laba periode berjalan tercatat USD24,09 juta, naik 8,85% YoY, namun porsi yang dapat diatribusikan ke pemilik induk turun, sehingga laba bersih “RAJA shareholders” justru tertekan. Dari sisi neraca, posisi keuangan RAJA menunjukkan ekspansi yang cukup agresif. Ekuitas meningkat signifikan menjadi USD237,08 juta dari USD171,86 juta di akhir 2024, sementara total aset naik menjadi USD446,1 juta dari USD331,35 juta, mencerminkan penambahan aset produktif atau investasi baru. Di saat yang sama, total liabilitas juga ikut membengkak menjadi USD209,01 juta dari USD159,48 juta, sehingga leverage perseroan naik namun masih seimbang dengan penguatan ekuitas.

Kombinasi pertumbuhan pendapatan, kenaikan laba usaha, dan neraca yang membesar menandakan RAJA sedang berada dalam fase ekspansi, meski laba bersih per saham sempat tertekan oleh faktor kurs, struktur biaya, dan distribusi laba ke kepentingan nonpengendali.

https://emitennews.com/news/terkoreksi-emiten-suami-puan-raja-raup-laba-usd1775-juta

RISE

Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk.

PT. Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk. (RISE) membukukan laba bersih Rp51,92 miliar pada 9M25, melonjak 102,49% dari Rp25,64 miliar pada periode yang sama tahun lalu, sehingga laba per saham dasar naik menjadi Rp4,74 dari Rp2,34. Pendapatan usaha tumbuh 30,78% menjadi Rp294,14 miliar dari Rp224,91 miliar, ditopang peningkatan penjualan properti yang mendorong kenaikan laba kotor menjadi Rp129,85 miliar dari Rp110,38 miliar meski beban pokok pendapatan ikut naik cukup signifikan ke Rp164,28 miliar dari Rp114,53 miliar.

Dari sisi efisiensi, beban penjualan turun ke Rp16,24 miliar dari Rp19,03 miliar dan beban umum dan administrasi menyusut menjadi Rp68,44 miliar dari Rp72,47 miliar, sehingga total beban usaha berkurang menjadi Rp84,69 miliar dari Rp91,5 miliar. Kombinasi pertumbuhan pendapatan dan beban yang lebih ramping mendorong laba usaha melesat ke Rp45,16 miliar dari Rp18,87 miliar. Di level bawah, kinerja juga ditopang oleh pendapatan dividen yang baru tercatat Rp12,57 miliar (sebelumnya nihil), meskipun bagian laba entitas asosiasi turun ke Rp15,64 miliar dari Rp18,74 miliar dan pendapatan bunga sedikit melemah. Alhasil, laba tahun berjalan naik menjadi Rp55,12 miliar dari Rp30 miliar.

Secara neraca, posisi keuangan RISE tampak semakin solid. Ekuitas meningkat menjadi sekitar Rp2,73 triliun dari Rp2,6 triliun di akhir 2024, sementara total liabilitas turun menjadi Rp769,25 miliar dari Rp814,07 miliar, mencerminkan penurunan leverage dan struktur permodalan yang lebih sehat. Total aset ikut naik menjadi Rp3,5 triliun dari Rp3,42 triliun, sejalan dengan bertambahnya aset produktif perseroan. Kombinasi pertumbuhan laba yang signifikan, efisiensi beban, dan penguatan neraca memberi ruang bagi RISE untuk menjaga momentum kinerja, terutama bila penjualan proyek hunian dan kontribusi pendapatan berulang dapat terus dipacu.

https://emitennews.com/news/emiten-hermanto-tanoko-rise-catat-laba-meroket-10249-persen