Daily News 16 December 2025
-
BMRI
Bank Mandiri (Persero) Tbk
-
PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) mencatat pertumbuhan kredit bank only sebesar 13,1% yoy per akhir November 2025 menjadi Rp1.452 triliun, ditopang kenaikan dana pihak ketiga (DPK) 15,9% yoy menjadi Rp1.584 triliun. Dengan begitu, loan to deposit ratio (LDR) terjaga di kisaran 91% yang mengindikasikan likuiditas masih sehat dan ruang ekspansi pembiayaan masih terbuka menjelang tutup tahun, seiring struktur pendanaan yang dinilai semakin stabil. Total aset bank only juga naik 14,6% yoy menjadi Rp2.120 triliun, menunjukkan daya tahan model bisnis di tengah volatilitas pasar dan penyesuaian arah suku bunga sepanjang 2025.
Dari sisi pendapatan, pendapatan bunga tumbuh 9,5% yoy per November 2025, sementara tekanan beban bunga menunjukkan tren menurun dengan beban bunga November tercatat Rp3,6 triliun dan terus melandai sejak kuartal II. Manajemen menilai membaiknya likuiditas pasar dan meredanya kompetisi DPK membuat biaya pendanaan lebih efisien, sehingga memberi sinyal positif bagi keberlanjutan margin. Kontributor lain datang dari pendapatan non-bunga yang naik 12,1% yoy, didorong transaksi digital dan solusi treasury, dengan fee based income sekitar +14% yoy (fee Livin’ by Mandiri +19,8% yoy) serta fee dari solusi treasury sekitar +55% yoy.
Efisiensi dan kualitas aset juga membaik, tercermin dari opex yang turun 20,2% mom dan cost to income ratio (CIR) yang terjaga di 42,97%, selaras dengan penguatan NII dan FBI. Rasio NPL berada di 0,99% per November 2025 dengan coverage ratio sekitar 260%, yang ikut menekan beban pencadangan 36% yoy dan memberi ruang peningkatan laba. Dampaknya, laba bersih bank only pada November 2025 tumbuh 28,7% mom, mempertegas ketahanan profitabilitas BMRI menjelang akhir tahun dengan fokus berlanjut pada digitalisasi, penguatan likuiditas, kualitas aset, dan permodalan.
https://emitennews.com/news/kredit-dan-dpk-tumbuh-double-digit-aset-bank-mandiri-tembus-rp2120-t
-
MCOR
Bank China Construction Bank Indonesia Tbk.
-
PT. Bank China Construction Bank Indonesia Tbk. (MCOR) menyediakan fasilitas pinjaman senilai Rp500 miliar kepada Indonesia Infrastructure Finance (IIF) untuk memperkuat pendanaan proyek-proyek infrastruktur nasional. Menurut manajemen IIF, fasilitas ini ditujukan untuk memperkuat modal kerja sekaligus meningkatkan fleksibilitas operasional, sehingga kapasitas pembiayaan IIF tetap optimal dalam memenuhi kebutuhan pasar infrastruktur yang terus berkembang.
Dari perspektif strategis, suntikan pendanaan ini memperkuat struktur funding IIF agar lebih siap menyalurkan pembiayaan berkelanjutan, yang pada akhirnya diharapkan mendorong konektivitas, produktivitas, dan kesejahteraan masyarakat. Bagi MCOR, penyaluran kredit ini sejalan dengan komitmen perseroan untuk mendukung sektor infrastruktur yang strategis dan berkelanjutan, sekaligus konsisten dengan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Secara profil, IIF merupakan lembaga keuangan yang berdiri sejak 15 Januari 2010 atas inisiatif Pemerintah Indonesia bersama sejumlah lembaga keuangan internasional, dengan fokus pembiayaan infrastruktur. Sementara itu, MCOR merupakan bank umum devisa yang tercatat di Bursa Efek Indonesia dan didukung oleh China Construction Bank Corporation; kolaborasi ini mencerminkan kepercayaan terhadap prospek bisnis IIF dan mempertegas peran MCOR dalam ekosistem pembiayaan infrastruktur domestik.
https://emitennews.com/news/mcor-salurkan-fasilitas-kredit-rp500-miliar-untuk-proyek-infrastruktur
-
NAIK
Adiwarna Anugerah Abadi Tbk.
-
PT. Adiwarna Anugerah Abadi Tbk. (NAIK) menyetujui penambahan lini usaha baru melalui RUPSLB pada 8 Desember 2025, dengan memperluas bisnis dari perdagangan dan jasa sistem proteksi kebakaran ke sektor konstruksi gedung dan bangunan sipil. Perseroan menambahkan kegiatan usaha utama mencakup konstruksi gedung perkantoran, gedung industri, gedung kesehatan, gedung lainnya, serta konstruksi bangunan sipil jalan (KBLI 41012, 41013, 41015, 41019, 42101), yang menandai pergeseran strategi untuk menangkap peluang proyek konstruksi yang lebih luas.
Selain konstruksi gedung dan jalan, NAIK juga menambahkan cakupan konstruksi sipil yang lebih spesifik seperti pengolahan air bersih, konstruksi sipil minyak dan gas bumi, pertambangan, panas bumi, serta fasilitas pengolahan produk kimia/petrokimia/farmasi dan industri lainnya (KBLI 42202, 42915, 42916, 42917, 42919, 42923). Dengan spektrum KBLI yang “end-to-end” ini, NAIK berpotensi masuk ke proyek-proyek infrastruktur dan industrial yang biasanya memiliki ticket size lebih besar dan kebutuhan compliance yang tinggi, sehingga dapat memperluas addressable market dibanding bisnis proteksi kebakaran yang cenderung lebih niche.
RUPSLB juga menyetujui penambahan usaha penunjang berupa penyewaan alat konstruksi dengan operator (KBLI 43905), yang dapat menjadi sumber pendapatan tambahan sekaligus mendukung eksekusi proyek internal jika perseroan memenangkan kontrak konstruksi. Manajemen menilai ekspansi KBLI ini membuka peluang proyek baru dan memperluas basis pendapatan ke sektor konstruksi dan infrastruktur, meski realisasi dampaknya akan bergantung pada pipeline tender, kesiapan kapabilitas eksekusi, dan kebutuhan modal kerja saat mulai menggarap proyek-proyek baru.
https://emitennews.com/news/naik-perluas-usaha-masuk-konstruksi-gedung-hingga-migas
-
TLKM
Telkom Indonesia (Persero) Tbk.
-
PT. Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) membuka opsi pembelian kembali saham dari pemegang saham publik seiring rencana pemisahan sebagian bisnis dan aset Wholesale Fiber Connectivity tahap pertama. Spin-off ini merupakan bagian dari pengalihan seluruh bisnis wholesale fiber ke PT. Telkom Infrastruktur Indonesia, anak usaha yang 99,99% sahamnya dimiliki langsung oleh TLKM, sehingga hak buyback disediakan sebagai mekanisme perlindungan bagi pemegang saham yang tidak setuju atas rencana pemisahan tersebut.
Hak buyback hanya berlaku bagi pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham per 19 November 2025, hadir dalam RUPSLB, dan memberikan suara tidak setuju. Harga buyback ditetapkan berdasarkan rata-rata harga penutupan saham TLKM di BEI selama 90 hari kalender sebelum pengumuman rencana pemisahan. Batas akhir penyampaian pernyataan kehendak menjual saham adalah 16 Desember 2025, dengan periode instruksi TEND melalui sistem C-Best pada 15?16 Desember 2025; pembayaran dilakukan paling lambat tiga hari kerja setelah terbit Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM atas akta pemisahan, dengan estimasi tanggal efektif spin-off mulai 1 Januari 2026.
Dari sisi pasar, buyback berpotensi membuat porsi free float TLKM sedikit menyusut apabila sebagian pemegang saham publik menggunakan haknya, meski dampaknya diperkirakan terbatas karena kepemilikan mayoritas tetap pada Pemerintah RI dan pemegang saham publik tersebar. Perseroan juga menyampaikan keyakinan bahwa pelaksanaan buyback tidak akan menimbulkan dampak negatif material terhadap kegiatan usaha, sehingga aksi ini lebih diposisikan sebagai opsi exit terukur bagi dissenting shareholders dalam rangka restrukturisasi aset wholesale fiber.
https://emitennews.com/news/tlkm-buka-opsi-buyback-free-float-berpotensi-menyusut