Daily News 04 February 2026

February 04, 2026 No. 2981

AMRT

Sumber Alfaria Trijaya Tbk

PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) kembali memperkuat struktur permodalan anak usahanya. Emiten ritel pemilik jaringan Alfamart itu menambah investasi saham senilai Rp35 miliar pada PT. Lancar Wiguna Sejahtera, anak perusahaan yang dimiliki langsung sebesar 70%. Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan Selasa (3/2/2026), pelaksanaan penambahan modal tersebut telah dilakukan pada 2 Februari 2026.

Aksi korporasi ini bertujuan untuk mempertahankan persentase kepemilikan saham sekaligus memperkuat struktur permodalan entitas anak. “Transaksi dilakukan untuk penambahan investasi saham oleh Perseroan dan pemegang saham lainnya dengan tujuan memperkuat struktur permodalan dan mempertahankan persentase kepemilikan saham,” ujar manajemen AMRT.

https://emitennews.com/news/tambah-modal-anak-usaha-amrt-gelontorkan-rp35-miliar-ke-lancar-wiguna

DEWA

Darma Henwa Tbk

PT. Darma Henwa Tbk. (DEWA) telah menggelontorkan anggaran senilai Rp675 miliar. Dana taktis tersebut digunakan untuk membuyback saham 1,19 miliar lembar. Aksi itu, telah dilakukan sejak 10 Desember 2025 hingga 30 Januari 2026. Alokasi belanja itu, berarti sudah terserap 71,10 persen dari total anggaran pembelian kembali saham maksimal Rp950 miliar. Buyback dilaksanakan dengan harga pembelian rata-rata Rp566 per eksemplar.

Saham-saham itu, dijala dalam tujuh kali transaksi. Pada 10 Desember 2025, menyerap 372,09 juta helai seharga Rp430 per saham senilai Rp159,99. Lalu, pada 6 Januari 2026, perseroan menyerok 418,6 juta lembar pada harga Rp645 per helai sebesar Rp269,99 miliar. Kemudian, pada 19 Januari 2026, perseroan mengemas 76,33 juta saham dengan harga pelaksanaan Rp655 per eksemplar sebesar Rp50 miliar.

https://emitennews.com/news/grup-bakrie-dewa-habiskan-dana-buyback-rp675-miliar

IBOS

Indo Boga Sukses Tbk.

PT. Indo Boga Sukses Tbk. (IBOS) tengah menyiapkan serangkaian aksi korporasi tahun ini. Yaitu, membangun sejumlah outlet baru, dan medio 2026 akan meluncurkan outlet restoran baru. Aksi tersebut merupakan rencana strategis perseroan sepanjang 2026. Sepanjang tahun ini, perseroan akan membangun beberapa outlet Segafredo Caffe. Satu outlet berlokasi di Terminal 3 keberangkatan internasional Bandara Soekarno Hatta (Soetta).

Lalu, satu outlet Flagship di Yogyakarta. Berikutnya, satu outlet di terminal keberangkatan Yogyakarta Internasional Airport, dan satu outlet di Bandara Ngurah Rai Bali. Pertengahan 2026, perseroan akan meluncurkan outlet restoran baru dengan nuansa  Bohemian ambience, dan mediteranian & Western Fussion menu di Yogyakarta. 

https://emitennews.com/news/dongkrak-performa-ibos-bangun-sejumlah-outlet-segafredo-caffe

IMPC

Impack Pratama Industri Tbk.

PT. Impack Pratama Industri Tbk. (IMPC) resmi mengaktifkan program pembelian kembali saham (buyback) dengan porsi maksimal 0,30% dari modal ditempatkan dan disetor, atau setara sekitar 166,13 juta saham. Dalam keterbukaan informasi, Selasa (3/2/2026), Direksi IMPC menyebutkan nilai dana yang disiapkan untuk aksi korporasi ini mencapai maksimal Rp500 miliar.

Buyback akan dilakukan menggunakan dana internal Perseroan. “Pembelian Kembali Saham akan menggunakan dana internal Perseroan dan dilaksanakan dengan tetap menjaga kondisi keuangan, kecukupan modal kerja, serta ketersediaan sumber pendanaan,” ungkap Direksi IMPC.

https://emitennews.com/news/impc-siapkan-rp500-miliar-untuk-buyback-166-juta-saham

INET

Sinergi Inti Andalan Prima Tbk.

PT. Sinergi Inti Andalan Prima Tbk. (INET) telah merealisasikan akuisisi saham PT. Personel Alih Daya Tbk. (PADA) dari Koperasi Pegawai PT. Indosat Tbk. (ISAT) / (Kopindosat). Akuisisi tersebut dilakukan melalui mekanisme crossing dengan total sebanyak 1.687.455.000 lembar saham atau setara 16 juta lot. Berdasarkan data perdagangan, transaksi dilakukan pada harga Rp63 per saham, sehingga total nilai transaksi mencapai Rp106.309.665.000.

Dengan penyelesaian transaksi ini, INET resmi menjadi pengendali baru PADA. Dalam transaksi ini, KJPP Iwan Bachron dan Rekan menyatakan bahwa berdasarkan hasil dari analisis atas transaksi, analisis kualitatif, analisis kuantitatif, dan analisis kewajaran nilai transaksi, maka kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi adalah WAJAR.

https://emitennews.com/news/inet-resmi-tuntaskan-akuisisi-saham-pada-senilai-rp1063-miliar