Daily News 03 February 2026
-
BBCA
Bank Central Asia Tbk
-
Jahja Setia Atmadja turun gunung untuk mengakumulasi saham PT. Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dengan menjala sebanyak 67 ribu lembar pada 2 Februari 2026. Transaksi pembelian dilakukan dengan harga pelaksanaan Rp7.450 per eksemplar, sehingga sang komisaris utama tersebut merogoh kocek senilai Rp499,15 juta.
Menyusul penuntasan transaksi itu, koleksi saham BCA milik Jahja menjadi 35 juta helai atau setara 0,03 persen, di tengah kondisi saham BCA yang melonjak signifikan sebesar 200 poin menjadi Rp7.600 per saham. Pemodal asing juga terpantau kembali menjala saham BCA senilai Rp654,93 miliar pada periode perdagangan tersebut.
https://emitennews.com/news/jahja-turun-gunung-saham-bbca-meroket
-
HEXA
Hexindo Adiperkasa Tbk
-
PT. Hexindo Adiperkasa Tbk. (HEXA) pada sembilan bulan pertama 2025 mengemas laba USD18,57 juta, merosot 12,36 persen dari periode sama edisi 2024 di level USD21,19 juta, sehingga laba per saham dasar susut menjadi USD0,022. Meskipun penghasilan bersih melejit 8,6 persen menjadi USD401,07 juta, beban pokok penghasilan yang bengkak menjadi USD324,36 juta menyebabkan laba kotor terkoreksi menjadi USD76,7 juta.
Laba sebelum pajak penghasilan anjlok menjadi USD23,89 juta dipicu oleh beban bunga yang membengkak menjadi USD6,14 juta serta penurunan pendapatan lainnya. Hingga periode tersebut, total aset perseroan terkoreksi menjadi USD431,87 juta, dengan total ekuitas senilai USD167,89 juta dan jumlah liabilitas yang berada di angka USD263,97 juta.
https://emitennews.com/news/kuartal-iii-2025-laba-hexa-terpangkas-1236-persen
-
IMPC
Impack Pratama Industri Tbk.
-
Harimas Tunggal Perkasa menjaring 51.889.600 saham PT. Impack Pratama Industri Tbk. (IMPC) melalui transaksi masif sebanyak 32 kali pada periode 29-30 Januari 2025. Pembelian oleh sang pengendali tersebut dilakukan dengan kisaran harga Rp2.290-2.780 per helai, sehingga memaksa perusahaan untuk merogoh kocek senilai Rp118,82-144,25 miliar di tengah koreksi pasar.
Menyusul penuntasan transaksi itu, timbunan saham Impack Pratama dalam genggaman Harimas makin menebal menjadi 19,59 miliar helai atau setara 35,69 persen. Di sisi lain, pada perdagangan 2 Februari 2026, saham IMPC justru anjlok signifikan sebesar 14,71 persen menjadi Rp2.030 per helai, setelah sempat dibuka pada level Rp2.320 per lembar.
https://emitennews.com/news/mumpung-drop-pengendali-impc-serok-5188-juta-lembar
-
IOTF
Sumber Sinergi Makmur Tbk.
-
PT. Sumber Sinergi Makmur Tbk. (IOTF) optimistis mencetak kinerja keuangan solid dengan membukukan pertumbuhan pendapatan 5 persen dan menggandakan EBITDA lebih dari 100 persen pada 2025. Lonjakan EBITDA yang melampaui pertumbuhan pendapatan ini mencerminkan peningkatan kualitas laba dan efektivitas strategi manajemen yang tidak semata mengejar kenaikan volume, melainkan fokus pada peningkatan margin serta efisiensi biaya melalui implementasi sistem ERP berbasis AI.
Penerapan AI dalam sistem operasional telah meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan mempercepat pengambilan keputusan manajerial secara real-time di tengah ketidakpastian ekonomi. Sebagai fondasi pertumbuhan masa depan, IOTF memproyeksikan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih sekitar 30 persen pada 2026 dengan tetap memprioritaskan disiplin alokasi sumber daya dan optimalisasi keuntungan pada segmen Internet of Things (IoT) serta solusi telematika.
https://emitennews.com/news/kinerja-iotf-solid-ebitda-meningkat-dua-kali-lipat