Daily News 03 March 2026
-
BELI
Global Digital Niaga Tbk.
-
Emiten e-commerce Grup Djarum, PT. Global Digital Niaga Tbk. (BELI), mengumumkan pelaksanaan lanjutan program Management and Employee Stock Option Plan (MESOP) atau opsi program insentif saham bagi manajemen dan karyawan perusahaan. Perseroan menjalankan dua skema sekaligus, yakni Program MESOP III Tahap IV dan Program MESOP IV Tahap II.
Chief Corporate Secretary & Investor Relations Blibli, Eric Alamsjah Winarta dalam keterangannya pada Senin (2/3/2026) menetapkan periode pelaksanaan selama 30 hari kalender, mulai 15 Maret 2026 hingga 13 April 2026. Harga pelaksanaan (exercise price) ditetapkan Rp430 per saham untuk kedua program tersebut.
Adapun jumlah hak opsi yang dapat ditebus mencapai total 1.504.745.101 saham. Rinciannya:
- Program MESOP III Tahap IV: sebanyak-banyaknya 325.757.001 saham
- Program MESOP IV Tahap II: sebanyak-banyaknya 1.178.988.100 sahamhttps://emitennews.com/news/grup-djarum-beli-geber-mesop-150-miliar-saham-harga-tebus-rp430
-
DMAS
Puradelta Lestari Tbk.
-
PT. Puradelta Lestari Tbk. (DMAS) melaporkan kinerja solid sepanjang 2025 dengan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp1,3 triliun berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit per 31 Desember 2025. Kinerja tersebut masih ditopang kuat oleh segmen industri yang menjadi kontributor utama pendapatan Perseroan. Direktur dan Sekretaris Perusahaan DMAS, Tondy Suwanto, menyampaikan bahwa sekitar 88% pendapatan usaha Perseroan berasal dari segmen industri.
Sementara itu, segmen hunian, komersial, serta rental dan hotel turut memberikan kontribusi tambahan terhadap pendapatan sepanjang tahun lalu. Dalam keterbukaan informasi, Senin (2/3/2026), Tondy menyatakan, penjualan lahan industri pada 2025 dilakukan kepada pelanggan dari berbagai sektor strategis, mulai dari data center, FMCG, hingga sektor pangan dan turunannya.
https://emitennews.com/news/nol-utang-marjin-laba-48-persen-dmas-pamer-fundamental-super-sehat
-
ERAA
Erajaya Swasembada Tbk.
-
Periode Ramadan dan Lebaran kembali menjadi momentum penting bagi sektor ritel. Secara historis, pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) mendorong akselerasi konsumsi rumah tangga, termasuk untuk belanja non-primer menjelang hari raya. Pola musiman ini kerap menopang kinerja emiten ritel terutama pada kategori gadget dan produk lifestyle yang sensitif terhadap peningkatan daya beli.
Lonjakan konsumsi biasanya tercermin pada pertumbuhan Same-Store Sales Growth (SSSG) yang lebih tinggi dibandingkan kuartal lainnya. Data menunjukkan penjualan ritel nasional seringkali mencatat pertumbuhan tahunan (YoY) yang solid di periode ini. Masyarakat kini juga tak hanya fokus pada kebutuhan pokok, tetapi juga mengalokasikan THR untuk “self reward”.
Produk gadget dan elektronik dianggap sebagai kebutuhan produktivitas, sementara sektor fashion dan active lifestyle mendapat limpahan dari budaya mudik dan silaturahmi.
https://emitennews.com/news/momentum-lebaran-jadi-katalis-eraa-perkuat-strategi-jangka-menengah
-
NCKL
Trimegah Bangun Persada Tbk.
-
PT. Harita Jayaraya mengurangi timbunan saham PT. Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL). Itu dilakukan sang pengendali tersebut dengan melego 991.134.000 helai alias 991,13 juta helai. Rentetan transaksi tersebut dilakukan bertahap sebanyak enam kali. Divestasi tersebut dilakukan dengan kisaran harga pelaksanaan Rp1.180-1.412 per helai. Nah, dengan skema harga tersebut, Harita Jayaraya merengkuh dana taktis senilai Rp1,38 triliun.
Serangkaian transaksi tersebut dilakukan enam kali dengan rincian sebagai berikut. Pada 26 September 2025, Harita melepas 13.134.000 helai Rp1.186 per saham senilai Rp15,57 miliar. Pada 29 September 2025, Harita kembali menjual 150.000 saham Rp1.180 per lembar sebesar Rp177 juta. Selanjutnya, pada 14 Oktober 2025, Harita melego 9.600.000 helai Rp1.203 per saham senilai Rp11,54 miliar.
https://emitennews.com/news/pengendali-lego-rp138-triliun-saham-nckl-anjlok-617-persen
-
SMAR
Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk.
-
PT. Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk. (SMAR) per 31 Desember 2025 membukukan laba bersih Rp2,58 triliun. Menanjak 103,14 persen dari episode sama tahun sebelumnya Rp1,27 triliun. Oleh sebab itu, laba per saham dasar melesat menjadi Rp900 dari edisi sebelumnya Rp445. Penjualan bersih Rp86,94 triliun, melejit 10,28 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp78,83 triliun. Beban pokok penjualan Rp76,73 triliun, bengkak dari akhir 2024 senilai Rp70,82 triliun.
Selanjutnya, laba kotor terakumulasi Rp10,21 triliun, mengalami lonjakan dari edisi sama tahun sebelumnya Rp8,01 triliun. Jumlah beban usaha Rp6,62 triliun, bengkak dari Rp5,98 triliun. Itu terdiri dari beban penjualan Rp5,08 triliun, bertambah dari Rp4,51 triliun. Beban umum dan administrasi Rp1,53 triliun, bengkak dari Rp1,47 triliun. Laba usaha tercatat senilai Rp3,58 triliun, mengalami lonjakan dari Rp2,02 triliun.
https://emitennews.com/news/surplus-103-persen-grup-sinarmas-smar-tabulasi-laba-rp258-triliun