Daily News 02 March 2026

March 02, 2026 No. 2997

BWPT

Eagle High Plantations Tbk.

Emiten sawit milik Peter Sondakh, PT. Eagle High Plantations Tbk. (BWPT), membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp361,72 miliar sepanjang tahun buku (full year) 2025, melesat 39,01 persen secara year on year (yoy) dibandingkan Rp260,21 miliar pada 2024. Lonjakan laba ditopang pertumbuhan pendapatan yang menanjak 33,95 persen yoy menjadi Rp5,76 triliun dari Rp4,30 triliun.

Kenaikan ini sejalan dengan peningkatan volume penjualan sebesar 15 persen serta membaiknya harga jual rata-rata crude palm oil (CPO) dibandingkan tahun sebelumnya. Dalam laporan keuangan tahun BWPT per 31 Desember 2025 itu bila menengok sisi biaya, beban pokok pendapatan BWPT sejatinya meningkat setinggi 39 persen yoy menjadi Rp4,17 triliun dari Rp3,00 triliun.

Namun, laba kotor masih kokoh menguat 27,20 persen yoy menjadi Rp1,59 triliun dari Rp1,25 triliun.

https://emitennews.com/news/fy2025-bwpt-tuai-laba-dobel-digit-di-tengah-kenaikan-beban-produksi

CLEO

Sariguna Primatirta Tbk.

PT. Sariguna Primatirta Tbk. (CLEO), memiliki struktur permodalan kuat dalam mendukung strategi ekspansi masif menghadapi tantangan bisnis 2026. Struktur permodalan kuat dari pertumbuhan penjualan stabil beberapa tahun terakhir. Itu terefleksi dari penjualan kuartal ketiga 2025 tumbuh 5,8 persen menjadi Rp2,09 triliun.  Menurut CEO Sariguna, Melisa Patricia, kenaikan penjualan relatif stabil tersebut menunjukkan ekspansi pasar berjalan sesuai harapan.

“EBITDA relatif stabil dengan kenaikan 9 persen menegaskan kapasitas operasional dan arus kas internal masih kuat untuk menopang kebutuhan investasi, dan ekspansi lanjutan,” tegas Melisa. Struktur modal perseroan juga memperlihatkan adanya keseimbangan antara pendanaan internal dan eksternal, sehingga memungkinkan ekspansi masif dilakukan tanpa mengganggu stabilitas operasional.

Adapun mengenai ekspansi itu, CLEO telah menyelesaikan pembangunan tiga pabrik baru di Palu, Pontianak, dan Pekanbaru.

https://emitennews.com/news/modal-kuat-cleo-kebut-operasi-3-pabrik-tahun-ini

ENRG

Energi Mega Persada Tbk

Emiten minyak dan gas bumi, PT. Energi Mega Persada Tbk. (ENRG), melaporkan transaksi afiliasi terkait pengadaan barang strategis guna mendukung operasional anak usahanya di sektor hulu migas. Edoardus Ardianto, Wakil Direktur Utama ENRG dalam surat resminya dikutip Minggu (1/3/2026) menjelaskan bahwa transaksi tersebut melibatkan Energy Equity Epic (Sengkang) Pty. Ltd. (EEES) sebagai pemberi kerja dan Konsorsium antara PT. Mitra Raya Energi serta PT. Energi Drilling Utama (Konsorsium MRE-EDU) sebagai pelaksana pekerjaan. 

Edoardus lanjut menjelaskan, kerja sama diikat melalui Kontrak Penyediaan Barang Long Lead yang diteken pada Jumat, 27 Februari 2026. Nilai maksimum kontrak mencapai USD13.084.391,55 dengan durasi pengerjaan selama 17 bulan. Dana tersebut dialokasikan untuk pengadaan barang kategori long lead yang krusial dalam mendukung infrastruktur dan keberlangsungan operasi hulu migas.

https://emitennews.com/news/entitas-migas-grup-bakrie-enrg-teken-kontrak-baru-usd1308-juta

JPFA

Japfa Comfeed Indonesia Tbk.

PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) emiten poultry menutup tahun 2025 dengan lonjakan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 32,89 persen year on year menjadi Rp4 triliun sepanjang 2025, dibandingkan Rp3,01 triliun pada 2024.  Secara konsolidasi, laba tahun berjalan meningkat 33,33 persen year on year menjadi Rp4,28 triliun dari Rp3,21 triliun.

Laba per saham dasar (EPS) turut menguap 32,31 persen year on year menjadi Rp344 per saham dari Rp260 per saham pada tahun sebelumnya. Seiring, pertumbuhan laba tersebut ditopang oleh penjualan neto yang meningkat 8,80 persen year on year menjadi Rp60,71 triliun pada 2025, dibandingkan Rp55,80 triliun pada 2024.

Sejalan dengan itu, laba bruto tumbuh 17,66 persen year on year menjadi Rp13,19 triliun dari Rp11,21 triliun.

https://emitennews.com/news/jpfa-raup-laba-rp4-triliun-pada-2025-melonjak-3289-persen

KIJA

Kawasan Industri Jababeka Tbk

Emiten pengembang kawasan industri dan properti PT. Kawasan Industri Jababeka Tbk. (KIJA) membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp423,19 miliar pada tahun buku 2025, meningkat 16,48% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan laba tersebut mencerminkan penguatan kinerja operasional Perseroan di tengah kenaikan pendapatan yang relatif solid.

Sepanjang 2025, KIJA mencatat penjualan dan pendapatan jasa sebesar Rp5,15 triliun, naik 11,95% secara tahunan. Kontributor utama berasal dari penjualan tanah matang yang mencapai Rp2,10 triliun, diikuti pendapatan dari sektor pembangkit listrik yang meningkat signifikan menjadi Rp1,81 triliun.

https://emitennews.com/news/pendapatan-lampaui-tahun-sebelumnya-laba-kija-naik-dua-digit-di-2025