Daily News 09 March 2026

March 09, 2026 No. 3002

AADI

Adaro Andalan Indonesia Tbk.

Kinerja laba bersih emiten Garibaldi 'Boy' Thohir, PT. Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) sepanjang 2025 mengalami kontraksi cukup dalam. Perseroan mencatat laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk terkumpul sebesar USD760,18 juta, berkurang 37,17 persen secara year on year (yoy) dibandingkan USD1,21 miliar pada 2024.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan per 31 Desember 2025 yang dirilis Jumat (6/3/2026), penurunan laba bersih terjadi seiring melemahnya pendapatan usaha sepanjang tahun lalu. Pendapatan AADI tercatat USD4,91 miliar, turun 7,53 persen yoy dari USD5,31 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

https://emitennews.com/news/laba-bersih-adaro-andalan-aadi-terpangkas-3717-persen-pada-2025

ITMG

Indo Tambangraya Megah Tbk

PT. Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) mencatatkan peningkatan produksi dan penjualan batu bara sepanjang 2025, meski kinerja pendapatan tertekan akibat penurunan harga komoditas. Perseroan memproduksi 21,2 juta ton batu bara atau naik 5% dibandingkan tahun sebelumnya, sementara volume penjualan mencapai 24,7 juta ton atau tumbuh 3% secara tahunan. Namun demikian, pendapatan perusahaan tercatat turun 18% menjadi USD1,88 miliar akibat melemahnya harga jual rata-rata batu bara.

Pada periode yang sama, laba kotor tercatat sebesar USD483 juta dengan marjin laba kotor 26%, sedangkan laba bersih mencapai USD195 juta. Meski menghadapi tekanan harga komoditas, perseroan tetap menjaga kondisi keuangan yang solid melalui efisiensi operasional dan pengendalian biaya. Hingga akhir Desember 2025, total aset ITMG tercatat sebesar USD2,4 miliar dengan ekuitas USD1,9 miliar. Posisi kas dan setara kas mencapai USD808 juta atau sekitar 34% dari total aset perusahaan.

https://emitennews.com/news/produksi-penjualan-itmg-tumbuh-di-2025-harga-komoditas-jadi-tantangan

PGEO

Pertamina Geothermal Energy Tbk.

PT. Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) mencatat kenaikan pendapatan sepanjang 2025, namun laba bersih perseroan justru mengalami penurunan akibat lonjakan beban pokok pendapatan. Berdasarkan laporan keuangan audit per 31 Desember 2025, PGEO membukukan pendapatan sebesar USD432,72 juta, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar USD407,12 juta.

Laporan keuangan tersebut diaudit oleh KAP Purwanto Susanti dan Surja. Kontribusi utama pendapatan PGEO berasal dari penjualan listrik panas bumi dari sejumlah wilayah kerja panas bumi, yakni Kamojang, Ulubelu, Lahendong, Lumut Balai, dan Karaha.

https://emitennews.com/news/pendapatan-naik-laba-pgeo-2025-turun-tertekan-lonjakan-beban

SMGR

Semen Indonesia (Persero) Tbk.

PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) tengah memperkuat kapasitas distribusi ekspor melalui pengembangan dermaga dan fasilitas produksi di Tuban, Jawa Timur. Proyek strategis ini ditujukan untuk meningkatkan kemampuan pengiriman semen ke pasar internasional di tengah ketatnya persaingan dan kondisi kelebihan kapasitas di industri semen domestik. Proyek yang dikelola PT. Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB), anak usaha PT. Semen Indonesia Group (SIG), yaitu mencakup peningkatan kapasitas terminal khusus dari sebelumnya 15.000 Deadweight Ton (DWT) menjadi 50.000 DWT.

Peningkatan ini dilakukan melalui pembangunan jetty trestle dan jetty platform baru yang terhubung dengan dermaga eksisting sehingga mampu melayani kapal berkapasitas lebih besar. Selain penguatan fasilitas dermaga, proyek ini juga dilengkapi pembangunan sejumlah fasilitas produksi untuk mendukung ekspor semen curah. Di antaranya blending silo system berkapasitas 8.000 ton, clinker silo system berkapasitas 15.000 ton, serta dua cement silo masing-masing berkapasitas 18.000 ton.

https://emitennews.com/news/pacu-penambahan-kapasitas-dermaga-ekspor-wapres-apresiasi-smgr

SSIA

Surya Semesta Internusa Tbk

PT. Surya Semesta Internusa Tbk. (SSIA) emiten properti yang sahamnya diperebutkan Grup Djarum hingga Grup Barito itu melaporkan adanya transaksi afiliasi yang dilakukan antar entitas anak usaha melalui skema fasilitas pinjaman permodalan. Wakil Presiden Direktur SSIA, The Jok Tung dalam keterbukaan informasi, Jumat (6/3/2026), menjelaskan bahwa melalui anak usaha perseroan, PT. Suryalaya Anindita International (SAI), menandatangani perjanjian pinjam meminjam dengan dua entitas grup (cucu usaha SSIA) pada 6 Maret 2026.

Dalam perjanjiannya, SAI memberikan fasilitas kredit kepada PT. Sitiagung Makmur (SAM) dengan plafon maksimal Rp50 miliar. Pinjaman tersebut dikenakan bunga 7,75 persen per tahun dari jumlah pinjaman terutang.

https://emitennews.com/news/surya-semesta-ssia-beber-transaksi-permodalan-entitas-grupnya