Daily News 27 March 2026
-
MEDC
Medco Energi Internasional Tbk.
-
Lembaga pemeringkat efek nasional, Pefindo, menetapkan peringkat idAA- untuk Obligasi PT. Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC). Surat utang yang diterbitkan PT. Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) yaitu Obligasi Berkelanjutan V Tahap I Tahun 2023 Seri A (peringkat idAA-) senilai Rp150 miliar akan jatuh tempo pada 7 Juli 2026.
Perusahaan berencana melunasi surat utang yang akan jatuh tempo tersebut menggunakan perolehan dana penerbitan Obligasi Berkelanjutan VI Tahap I Tahun 2025 senilai Rp1,0 triliun. Per 30 September 2025, MEDC memiliki saldo kas senilai USD697 juta. MEDC juga memiliki sisa plafon Obligasi Berkelanjutan VI senilai Rp4,0 triliun.
https://emitennews.com/news/pefindo-tetapkan-peringkat-idaa-untuk-obligasi-medco-energi-medc
-
PTRO
Petrosea Tbk
-
PT. Petrosea Tbk. (PTRO) emiten konglomerasi Grup Barito mengantongi kontrak pekerjaan Onshore LNG Perimeter Construction Works dari INPEX Masela Ltd. untuk proyek Lapangan Abadi, Blok Masela, Maluku, dengan nilai mencapai sekitar Rp989 miliar. Dalam rilis pers perseroan yang terbit Kamis (26/3/2026) Kontrak tersebut diteken pada 2 Maret 2026 melalui konsorsium Petrosea?ETI?Nindya, yang terdiri dari PT. Petrosea Tbk. (PTRO), PT. Enviromate Technology International, dan PT. Nindya Karya.
Proyek ini memiliki estimasi durasi pengerjaan selama 36 bulan. Dalam konsorsium tersebut, Petrosea mengantongi porsi partisipasi sebesar 36%, mempertegas kontribusinya dalam salah satu proyek LNG strategis nasional yang berlokasi di Kepulauan Tanimbar.
https://emitennews.com/news/petrosea-ptro-kantongi-porsi-36-persen-kontrak-lng-masela-rp989m
-
SCMA
Surya Citra Media Tbk
-
PT. Surya Citra Media Tbk. (SCMA) per 31 Desember 2025 membukukan laba bersih Rp771,02 miliar. Melonjak 29,61 persen dari episode sama tahun sebelumnya sebesar Rp594,85 miliar. Menyusul hasil itu, laba per saham dasar ikut terdongkrak menjadi Rp12,15 dari sebelumnya Rp9,39. Pendapatan bersih Rp6,88 triliun, melorot 2,41 persen dari Rp7,05 triliun. Beban program dan siaran Rp4,26 triliun, susut dari Rp4,53 triliun.
Beban usaha Rp1,74 triliun, menipis dari Rp1,81 triliun. Pendapatan operasi lainnya Rp82,47 miliar, melejit dari Rp70,85 miliar. Beban operasi lainnya Rp63,41 miliar, susut dari Rp126,87 miliar. Laba usaha Rp893,87 miliar, melejit dari Rp654,52 miliar. Pendapatan keuangan Rp106,2 miliar, turun dari Rp142,55 miliar. Bagian rugi entitas asosiasi Rp3,31 miliar, drop dari laba Rp6,49 miliar.
Beban keuangan Rp12,23 miliar, bengkak dari Rp1,95 miliar. Laba tahun berjalan Rp729,3 miliar, mengalami lompatan dari Rp485,07 miliar.
https://emitennews.com/news/surplus-2961-persen-laba-scma-tembus-rp771-miliar
-
TPIA
Chandra Asri Pacific Tbk.
-
Transformasi kinerja PT. Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) di sepanjang 2025 mencatat perubahan signifikan. Emiten Prajogo Pangestu itu mampu membalik posisi rugi menjadi laba jumbo dalam satu tahun periode berjalan. Berdasarkan laporan keuangan Perseroan, Kamis (26/3/2026), diketahui laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas mencapai USD1,09 miliar pada 2025 secara year on year (yoy), berbalik arah dari tahun sebelumnya dengan catatan rugi sebesar USD68,6 juta.
Lonjakan bottom line ini sejalan dengan akselerasi pendapatan yang melesat hampir empat kali lipat. TPIA membukukan pendapatan sebesar USD7,02 miliar, naik 294,38 persen yoy dari USD1,78 miliar di tahun sebelumnya, ditopang integrasi bisnis pasca akuisisi serta ekspansi pada sektor energi, kimia, dan infrastruktur seperti Pabrik CA-EDC di Cilegon.
https://emitennews.com/news/turnaround-kinerja-tpia-balikkan-rugi-jadi-laba-di-2025