Daily News 09 April 2026
-
DSSA
Dian Swastatika Sentosa Tbk
-
PT. Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) resmi melaksanakan aksi korporasi pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan rasio 1:25. Dengan ketentuan rasio itu, nilai nominal saham berubah dari Rp25 menjadi Rp1 per lembar. Dampaknya, jumlah saham ditempatkan dan disetor meningkat signifikan dari 7,70 miliar lembar menjadi 192,63 miliar lembar.
Direktur Reliance Sekuritas Indonesia Tbk, Reza Priyambada mengatakan bagi investor yang tertarik dengan DSSA, dapat buy dengan harga baru stock split.
https://emitennews.com/news/periode-akhir-harga-lawas-serok-atau-tunggu-stock-split-dssa
-
INTP
Indocement Tunggal Prakarsa Tbk
-
PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP) menyudahi aksi buyback lebih dini. Itu setelah emiten semen Salim Group tersebut sukses menyerap 66,24 juta saham publik. Dengan demikian, periode buyback 22 Mei 2025 sampai 6 April 2026 menghabiskan anggaran senilai Rp437,87 miliar. Persentase pembelian kembali saham terhadap jumlah saham tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebesar 1,88 persen.
”Pelaksanaan buyback dilaksanakan dengan harga rata-rata Rp6.610 per lembar,” tegas Dani Handajani, Corporate Secretary Indocement Tunggal Prakarsa. Penghentian program buyback dilakukan dengan mempertimbangkan bahwa realisasi pembelian kembali saham telah mencapai target yang direncanakan.
Selain itu, langkah tersebut sebagai bagian dari langkah perseroan dalam melakukan optimalisasi struktur permodalan, dan pengelolaan kas secara prudent.
https://emitennews.com/news/grup-salim-intp-tuntaskan-buyback-habiskan-rp43787-miliar
-
RMKO
Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk.
-
PT. Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk. (RMKO) menyelaraskan arah ekspansi di awal kuartal II 2026 dengan mengunci aksi korporasi penambahan modal (rights issue) sekaligus merombak jajaran manajemen melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 512 juta saham baru bernominal Rp100 per saham.
Jumlah ini setara maksimal 29,06 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah aksi korporasi, dengan seluruh dana akan digunakan untuk modal kerja. Direktur Utama William Saputra menyampaikan bahwa aksi korporasi ini akan membuka peluang penggarapan klien baru dalam ekosistem grup, sekaligus memperkuat struktur permodalan agar berdampak positif terhadap kinerja keuangan perseroan.
https://emitennews.com/news/rights-issue-512-juta-saham-disetujui-rmko-rombak-direksi-komisaris
-
TLKM
Telkom Indonesia (Persero) Tbk.
-
Lembaga pemeringkat efek Pefindo menegaskan peringkat idAAA untuk PT. Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dan Obligasi Berkelanjutan I Tahun 2015. Prospek untuk peringkat Perusahaan adalah stabil. "Peringkat mencerminkan kemungkinan yang sangat kuat akan adanya dukungan dari pemerintah sebagai pemegang saham pengendali.
Profil kredit berdiri sendiri TLKM mencerminkan posisi bisnisnya yang superior dengan bisnis yang terdiversifikasi dan jaringan yang luas, serta profil keuangan yang sangat kuat, tetapi dibatasi oleh eksposur terhadap perubahan makroekonomi dan perubahan teknologi," demikian pernyataan resmi Pefindo.
Peringkat dapat diturunkan jika Pefindo menilai terjadi penurunan signifikan dalam hubungan dengan atau dukungan dari pemerintah, dan pada saat yang sama, TLKM mengalami pelemahan posisi bisnis, atau jika TLKM menambah utang dengan jumlah yang lebih besar dari yang diproyeksikan tanpa dikompensasi dengan pertumbuhan pendapatan yang memadai sehingga melemahkan kondisi keuangan Perusahaan.
https://emitennews.com/news/pefindo-kukuhkan-peringkat-idaaa-untuk-telkom