Daily News 18 August 2026
-
BYAN
Bayan Resources Tbk
-
Saham PT. Bayan Resources Tbk. (BYAN) melambung pada perdagangan Jumat (14/08/2026). Saham emiten batu bara itu ditutup di level Rp14.400, naik sekitar 20%. Kenaikan tajam yang dipicu kabar mengenai rencana pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam mengakuisisi 62,2% saham Bayan itu, membuat kapitalisasi pasar Bayan Resources mencapai Rp480 triliun.
Muncul kabar mengenai rencana pengusaha batu bara dengan nama asli Andi Syamsuddin Arsyad itu, mengakuisisi sekitar 62,2% saham Bayan Resources yang dikaitkan dengan kepemilikan Low Tuck Kwong dan afiliasinya. Makin kencang saja anginny setelah Haji Isam bersama Low Tuck Kwong dan Norman Joesoef meninjau area operasional tambang Bayan Resources di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, pada Sabtu (15/08/2026).
https://emitennews.com/news/haji-isam-dan-melejitnya-saham-emiten-low-tuck-kwong-byan
-
ENRG
Energi Mega Persada Tbk
-
PT. Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) sepanjang paruh pertama 2026 mengemas laba bersih USD45,23 juta. Melejit 27 persen dari episode sama tahun lalu dengan koleksi USD35,72 juta. EBITDA emiten Grup Bakrie itu terkumpul USD186,27 juta, surplus 25 persen dari edisi sama tahun sebelumnya USD149,22 juta. Penjualan bersih USD283,37 juta, mengalami lompatan 19 persen dari periode sama tahun lalu USD239,11 juta.
Beban pokok penjualan USD163,22juta, naik tipis dari USD154,6 juta. Laba kotor terkumpul USD120,15 juta, melonjak signifikan dari posisi sama tahun lalu senilai USD84,5 juta. Beban usaha USD10,68 juta, bertambah dari USD10,39 juta. Laba usaha terakumulasi USD109,46 juta, mengalami lonjakan dari fase sama tahun sebbelumnya USD74,1 juta.
Keuntungan selisih kurs USD5,45 juta, melesat dari episode sama tahun lalu USD238,64 ribu. Beban keuangan USD22,12 juta, bengkak dari USD17,48 juta.
https://emitennews.com/news/sudahi-semester-i-laba-grup-bakrie-enrg-melonjak-27-persen
-
INCO
Vale Indonesia Tbk.
-
PT. Vale Indonesia Tbk. (INCO) kembali merevisi jadwal proyek smelter. Tiga proyek smelter berbasis teknologi High Pressure Acid Leach (HPAL) mengalami kemunduran. Sementara proyek tambang baru Blok Tanamalia juga masih butuh waktu 3-5 tahun lagi untuk produksi. HPAL adalah teknologi pemrosesan bijih nikel kadar rendah menjadi nikel sulfat atau mixed hydroxide precipitate (MHP). Produk ini merupakan bahan baku utama baterai kendaraan listrik.
Mengutip catatan yang terbit pada Jumat (14/08/2026) Stockbit Investment Research, bahwa ”Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer Vale Indonesia Budiawansyah mengungkapkan progres proyek smelter HPAL Pomalaa di Kolaka telah hampir 100 persen dan memenuhi status mechanical completion per Juli 2026".
https://emitennews.com/news/timeline-3-proyek-smelter-vale-inco-mundur-ada-eksplor-tambang-baru
-
ISAT
Indosat Tbk
-
Emiten telekomunikasi, PT. Indosat Tbk. (ISAT) mengumumkan rencana Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Selasa (29/09) mendatang. Manajemen ISAT mengatakan rencana penyelenggaraan RUPSLB sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Bersamaan dengan itu, manajemen juga menigngatkan bahwa RUPSLB akan diselenggarakan secara elektronik melaluli Electronic General Meeting System KSEI, yang disediakan oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).
https://emitennews.com/news/semester-i-cetak-kinerja-apik-isat-kini-jadwalkan-rupslb-kapan