Daily News 15 September 2026

September 15, 2026 No. 3123

BRIS

Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk.

Pemakaian Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) terus meluas. Hingga Agustus 2026, dari PT. Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BRIS) saja, telah melayani lebih dari 604 ribu merchant QRIS yang terdaftar di seluruh Indonesia, tumbuh 17% (YOY). Jumlah merchant aktif tumbuh 106% secara tahunan (YoY), dengan total transaksi mencapai lebih dari 90 juta transaksi dan nilai transaksi Rp5,7 triliun.

BSI turun langsung ke lapangan, misalnya ke Pasar Beringharjo Yogyakarta sosialisasi Produk dan Layanan Solusi Ekosistem Pasar sekaligus Soft Launching BYOND Merchant by BSI.  Gerak lincah itu menjadi bagian dari komitmen BSI untuk mendorong pedagang pasar dan pelaku UMKM semakin adaptif, produktif, dan kompetitif di tengah perubahan perilaku konsumen.

Tumbuh bersama Danantara, BSI tidak ingin digitalisasi hanya tumbuh di pusat perbelanjaan modern. Digitalisasi harus hadir sampai ke pasar tradisional-tempat jutaan pelaku UMKM menggerakkan ekonomi masyarakat setiap hari.

https://emitennews.com/news/bsi-bris-layani-604-ribu-merchant-qris-nilai-transaksi-rp57t

ENRG

Energi Mega Persada Tbk

Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) melabeli PT. Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) dengan peringkat A+. Peringkat tersebut juga berlaku untuk obligasi berkelanjutan I emiten Grup Bakrie tersebut. Prospek peringkat perusahaan stabil. Peringkat tersebut mencerminkan aset ENRG terdiversifikasi, proporsi pendapatan berulang tinggi dari gas dan cadangan relatif besar, dan profil keuangan kuat.

Peringkat dibatasi posisi perusahaan moderat, transaksi tinggi pihak berelasi, risiko inheren sektor berbasis komoditas, dan paparan terhadap risiko transisi energi. Peringkat dapat dinaikkan apabila ENRG mampu secara signifikan memperkuat posisi bisnis di industri melalui ekspansi usaha, dengan tetap mempertahankan profil keuangan kuat, dan meningkatkan akses pendanaan eksternal dengan biaya lebih kompetitif. Sebaliknya, peringkat dapat diturunkan dengan catatan.

https://emitennews.com/news/simak-ini-alasan-pefindo-labeli-grup-bakrie-enrg-a

INET

Sinergi Inti Andalan Prima Tbk.

PT. Sinergi Inti Andalan Prima Tbk. (INET) mencatat pendapatan neto sebesar Rp926,45 miliar pada periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2026. Angka tersebut meningkat 1.958,68% dibandingkan Rp45,00 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Perseroan, laba bruto INET mencapai Rp122,11 miliar pada semester I-2026. Capaian tersebut tumbuh 627,53% dibandingkan Rp16,78 miliar pada semester I-2025.

INET juga mencatat laba usaha sebesar Rp71,36 miliar. Angka tersebut meningkat 620,84% dibandingkan Rp9,90 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

https://emitennews.com/news/inet-kemas-pendapatan-rp9264-miliar-melonjak-hampir-2-ribu-persen

SRTG

Saratoga Investama Sedaya Tbk.

Edwin Soeryadjaya, Presiden Komisaris PT. Saratoga Investama Sedaya Tbk. (SRTG) melanjutkan aksi borong saham perusahaan pada 10-11 September 2026. Porsi kepemilikan putra kedua dari mendiang Pengusaha William Soeryadjaya (Pendiri Astra International) itu bertambah tebal Berdasarkan laporan perubahan kepemilikan yang disampaikan SRTG, Senin (14/09/2026), Edwin diketahui memborong 560.000 saham di harga 1.829 pada 10 September.

Total transaksi Rp1,024 miliar. Lanjut pada 11 September, ia kembali melakukan aksi serok saham sendiri sebanyak 458.100 saham di harga 1.798 per saham dengan total transaksi Rp823,66 juta.

https://emitennews.com/news/putra-pendiri-astra-borong-lagi-saham-saratoga-srtg