Daily News 16 September 2026

September 16, 2026 No. 3124

BYAN

Bayan Resources Tbk

PT. Bayan Resources Tbk. (BYAN) tengah menjadi sorotan, dan menghadapi tekanan beruntun. Tekanan saham belum berakhir, muncul kabar kurang sedap dari entitas usaha. Setidaknya, tiga anak usaha tidak mampu memenuhi kewajiban penyediaan batu bara kepada para pelanggan. Ketiga anak usaha yang mengalami keadaan kahar alias force majeure itu antara lain Tiwa Abadi (TA), Tanur Jaya (TJ), dan Fajar Sakti Prima (FSP).

Kondisi fore majeure tersebut terjadi karena persetujuan perubahan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 untuk ketiga anak usaha belum diterbitkan. Padahal, permohonan persetujuan perubahan RKAB telah diajukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Ketetapan persetujuan RKAB tersebut sangat diperlukan.

Itu penting agar ketiga anak usaha perseroan dapat menjalankan kegiatan produksi batu bara secara sah.

https://emitennews.com/news/saham-ambruk-force-majeure-sandera-entitas-byan

KLBF

Kalbe Farma Tbk

PT. Kalbe Farma Tbk. (KLBF) menyiapkan dana maksimal Rp500 miliar untuk menjalankan aksi pembelian kembali saham atau buyback. Aksi korporasi tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan, mulai 16 September hingga 16 Desember 2026, kecuali dihentikan lebih awal oleh Perseroan.

Dalam keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Selasa (15/09/2026), Perseroan menyatakan akan menggunakan dana internal sebagai sumber pembiayaan buyback. Maria Teresa Fabiola, Corporate Secretary KLBF mengungkapkan, manajemen memperkirakan pelaksanaan buyback secara penuh akan berdampak terhadap pendapatan bunga Perseroan sekitar Rp8,4 miliar setelah periode buyback berakhir.

Namun, Kalbe menilai penurunan pendapatan bunga tersebut tidak akan memberikan dampak material terhadap Perseroan.

https://emitennews.com/news/kalbe-farma-siapkan-buyback-saham-rp500-miliar-eps-berpotensi-naik

PTPP

PP (Persero) Tbk.

PT. PP (Persero) Tbk. (PTPP) memulai pembangunan Museum Majapahit di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. Proyek senilai Rp145,30 miliar, yang dikembangkan BUMN bidang konstruksi itu, untuk mendukung pengembangan kawasan dan wisata budaya. Proyek dengan skema konstruksi terintegrasi rancang dan bangun tersebut memiliki nilai kontrak Rp145,30 miliar di luar pajak pertambahan nilai (PPN) dengan masa pelaksanaan 114 hari kerja.

Sekretaris Perusahaan PTPP Joko Raharjo, dalam keterangan resminya yang dikutip Selasa (15/09/2026) mengungkapkan, Museum Majapahit merupakan proyek yang memiliki nilai penting bagi pelestarian warisan budaya Indonesia. PTPP berkomitmen melaksanakan pembangunan dengan memperhatikan karakter kawasan, kualitas konstruksi, serta prinsip keberlanjutan.

https://emitennews.com/news/bangun-museum-majapahit-rp145m-ptpp-ikut-lestarikan-warisan-budaya

SMRA

Summarecon Agung Tbk

Presiden Direktur PT. Summarecon Agung Tbk. (SMRA) Adrianto Pitojo Adhi terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). KPK mengonfirmasi Adrianto menjadi salah satu dari 17 pihak yang diamankan dalam OTT di wilayah Jabodetabek pada Selasa (15/09/2026).

"Benar, yang bersangkutan merupakan salah satu pihak yang diamankan dalam rangkaian peristiwa tertangkap tangan tersebut”, ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo.

https://emitennews.com/news/presdir-summarecon-agung-kena-ott-kpk-saham-smra-ambles-602