Daily News 18 September 2026

September 18, 2026 No. 3126

BYAN

Bayan Resources Tbk

Andi Syamsuddin Arsyad atau H Isam mengempit 30 persen Saham PT. Bayan Resources Tbk. (BYAN). Itu menyusul pembelian 10 miliar saham emiten besutan Low Tuck Kwong oleh Jhonlin Baratama. Jhonlin Baratama bagian dari Jhonlin Group asuhan H Isam. Transaksi itu, ditandai dengan teken perjanjian jual beli bersyarat atau conditionalsale and purchase of shares agreement (CSPA) telah diteken pada 16 September 2026.

Teken perjanjian jual beli sebanyak 10.000.000.500 saham BYAN itu melibatkan Low Tuck Kwong, dan Elaine Low dengan Jhonlin Baratama.  Penuntasan transaksi itu, tunduk pada pemenuhan sejumlah persyaratan, dan kondisi-kondisi pendahuluan (conditions precedent). ”Setelah penyelesaian transaksi, dan terpenuhinya atau seluruh syarat pendahuluan, PJhonlin Baratama akan memiliki 10 miliar saham biasa perseroan”, tegas Jenny Quantero, Direktur BYAN.

https://emitennews.com/news/h-isam-caplok-30-persen-saham-byan-meledak

INET

Sinergi Inti Andalan Prima Tbk.

PT. Sinergi Inti Andalan Prima Tbk. (INET), penyedia layanan telekomunikasi dan infrastruktur digital yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, mengumumkan penyertaan modal untuk memperoleh 60% saham PT. Sarana Global Indonesia (SGI), perusahaan yang bergerak di bidang rekayasa, pengadaan, konstruksi (EPC), dan pemeliharaan sistem kabel bawah laut untuk serat optik dan kabel listrik.

Transaksi ini merupakan langkah strategis INET untuk membangun kapabilitas infrastruktur kabel laut yang terintegrasi dari perencanaan, konstruksi, pengoperasian, hingga pemeliharaan. SGI memiliki kapabilitas EPC dan pemeliharaan sistem kabel bawah laut untuk serat optik dan kabel listrik. SGI juga memiliki kapal kabel khusus Pacific Guardian, tongkang penggelar kabel Nostag 10, serta fasilitas gudang kabel di Kupang.

https://emitennews.com/news/inet-akuisisi-60-saham-sgi-bidik-pendapatan-berulang-jangka-panjang

KETR

Ketrosden Triasmitra Tbk.

Pemegang saham mayoritas PT. Ketrosden Triasmitra Tbk. (KETR), yakni PT. Fajar Sejahtera Mandiri Nusantara melego sebagian sahamnya. Dalam laporan perubahan kepemilikan saham, perusahaan tersebut melepas sebanyak 48.301.257 lembar saham biasa dengan harga pelaksanaan Rp200 per lembar. Transaksi jual dilakukan pada 14 September 2026.

Pasca transaksi, perusahaan diperkirakan mengantongi dana segar sekitar Rp9,66 miliar yang ditujukan untuk kebutuhan modal kerja.

https://emitennews.com/news/pemegang-mayoritas-lego-saham-ketr-direksi-langsung-tampung

PTRO

Petrosea Tbk

PT. Petrosea Tbk. (PTRO) medio 2026 mengemas laba bersih USD10,78 juta. Melambung 913,08 persen dari episode sama tahun lalu hanya USD1,07 juta. Menyusul hasil impresif itu, laba per saham dasar dari operasi yang dilanjutkan emiten Prajogo Pangestu tersebut menjadi USD0,0003 dari periode sebelumnya USD0,0004.

Pendapatan USD543,98 juta, meroket 59,55 persen dari edisi sama tahun sebelumnya USd340,93 juta. Beban usaha langsung USD496,95 juta, mengalami pembengkakan dari periode sama tahun lalu USD292,64 juta. Laba kotor terakumulasi USD47,02 juta, susut dibanding posisi sama tahun 2025 senilai USD48,29 juta.

Beban penjualan dan administrasi USD20,07 juta, bengkak dari USD15,41 juta. Beban bunga USD33,43 juta, bertambah dari USD20,78 juta. Penghasilan bunga USD1,08 juta, susut dari USD1,67 juta. Beban pajak final USD5,36 juta, naik dari USD2,56 juta. Keuntungan dan kerugian lain-lain USD15,02 juta, melejit 547 persen dari minus USD3,36 juta.

https://emitennews.com/news/penghuni-tetap-msci-laba-emiten-prajogo-ptro-meroket-ratusan-persen