Daily News 17 September 2026
-
BBRI
Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
-
PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) melaporkan hasil pelaksanaan buyback saham pada 11 September 2026. Jumlah yang dieksekusi mencapai 31 juta lembar saham senilai Rp90,37 miliar. Direktur BBRI, Achmad Royadi bahwa rencana awal buyback jumlah nilai seluruhnya sebesar Rp500 miliar.
Di mana buyback tersebut dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia melalu satu anggota bursa selama periode 12 Juni 2026 hingga 11 September 2026 dalam jangka waktu maksimal 3 bulan. Dalam pelaksanaanya, BBRI mengeksekusi buyback sebanyak 31.000.000 lembar saham dengan jumlah nilai sebesar Rp90.373.316.000.
https://emitennews.com/news/tuntaskan-buyback-bbri-eksekusi-31-juta-lembar-saham
-
DRMA
Dharma Polimetal Tbk.
-
Emiten manufaktur komponen otomotif terkemuka lokal, PT. Dharma Polimetal Tbk. (DRMA) memperluas portofolio komponen kendaraan listrik alias electric vehicle (EV) dengan menggandeng Minth Group, sebuah perusahaan manufaktur komponen otomotif global ternama. Bersama perusahaan berskala global yang sudah memproduksi rantai pasok komponen kendaraan listrik itu, DRMA membentuk joint venture alias usaha patungan bernama PT. Dharma Minth Indonesia (DMI).
Usaha patungan tersebut fokus pada produksi komponen EV untuk menyuplai berbagai merek di dunia. “Seiring tren penggunaan kendaraan listrik makin berkembang, kita melihat pasar komponen kendaraan jenis ini juga terus membesar. Untuk menangkap peluang pasar makin besar itu DRMA menggandeng Minth Group sebagai mitra strategis dengan membentuk usaha patungan”, tutur President Direktur Dharma Polimetal, Irianto Santoso.
Dengan berdirinya DMI itu, kelompok usaha Dharma Group alias DRMA akan menambah portofolio produk baru. Di mana anak usaha patungan itu, akan fokus memproduksi komponen belum dihasilkan Dharma Group, terutama komponen EV seperti Battery Housing, Body & Chassis Structure with Aluminum Extrusion, dan Plastic Component Design. “Harapan kami, kemitraan strategis ini juga akan membuka peluang bagi DRMA untuk melakukan penetrasi kepada pelanggan baru”, imbuh Irianto.
https://emitennews.com/news/bentuk-usaha-patungan-drma-perluas-bisnis-ev-via-mitra-global
-
KLBF
Kalbe Farma Tbk
-
PT. Kalbe Farma Tbk. (KLBF) bikin pusing pasar. Menegaskan kembali pembelian kembali saham alias buyback Rp500 miliar. Padahal, perseroan sempat menganulir rencana buyback alias pemberi harapan palsu (PHP) dengan alasan tidak jelas. Lalu, rencana tersebut kembali ditegaskan tetap jalan.
Aksi korporasi tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan, mulai 17 September hingga 17 Desember 2026, kecuali dihentikan lebih awal oleh Perseroan. Dalam keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Rabu (16/09/2026), perseroan menyatakan akan menggunakan dana internal sebagai sumber pembiayaan buyback.
Maria Teresa Fabiola, Corporate Secretary KLBF mengungkapkan, manajemen memperkirakan pelaksanaan buyback secara penuh akan berdampak terhadap pendapatan bunga Perseroan sekitar Rp8,4 miliar setelah periode buyback berakhir. Namun, Kalbe menilai penurunan pendapatan bunga tersebut tidak akan memberikan dampak material terhadap Perseroan.
https://emitennews.com/news/sempat-php-klbf-gaspol-buyback-rp500-miliar
-
SMRA
Summarecon Agung Tbk
-
PT. Summarecon Agung Tbk. (SMRA) buka suara imbas Presiden Direktur Adrianto Pitojo Adhi terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Corporate Secretary SMRA, Lydia Tjio menerangkan belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut. Ia mengatakan bahwa perseroan menghargai proses pemeriksaan yang sedang berlangsung di KPK.
"Namun demikian kami menghargai semua pihak untuk menjunjung tinggi asas praduga tidak bersalah sampai ada putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap”, kata Lydia dalam keterbukaan informasi menjawab permintaan penjelasan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (16/09).
https://emitennews.com/news/presdir-kena-ott-kpk-pihak-smra-ungkap-fakta-ini