Daily News 23 September 2026

September 23, 2026 No. 3129

CDIA

Chandra Daya Investasi Tbk.

PT. Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) berencana membagikan dividen tunai interim untuk tahun buku 2026. Total nilai dividen interim yang akan disalurkan emiten infrastruktur milik taipan Prajogo Pangestu itu, kepada para pemegang saham ditetapkan USD10 juta. Besaran dividen yang akan diterima oleh para investor yang berhak senilai Rp1,422181 per lembar saham.

Dalam keterbukaan informasi yang dikutip Selasa (22/09/2026), diketahui keputusan penting ini diambil berdasarkan hasil rapat Direksi yang telah mendapatkan persetujuan dari Dewan Komisaris perseroan pada tanggal 18 September 2026. Langkah tersebut tertuang dalam surat pengumuman resmi perusahaan yang disampaikan oleh Corporate Secretary perseroan, Merly.

https://emitennews.com/news/emiten-prajogo-cdia-akan-bagikan-dividen-usd10-juta-cek-jadwalnya

IMPC

Impack Pratama Industri Tbk.

PT. Tunggal Jaya Investama, pemegang saham PT. Impack Pratama Industri Tbk. (IMPC) telah menambah porsi kepemilikan sahamnya pada 18 September dan 21 September 2026. Setelah aksi korporasi itu, Tunggal Jaya kini menguasai 38,43 persen saham IMPC, emiten manufaktur bahan bangunan dan plastik.

Manajemen IMPC dalam keterangan tertulisnya (22/09) menuturkan bahwa Tunggal Jaya telah membeli sebanyak 3.134.100 lembar saham di harga Rp1.696 per saham dan sebanyak 3.191.000 lembar saham di harga Rp1.648 per saham. "Tujuan dari transaksi adalah untuk Investasi dengan kepemilikan saham langsung", tuturnya.

https://emitennews.com/news/tambah-porsi-tunggal-jaya-investama-kini-kuasai-3843-saham-impc

MEDC

Medco Energi Internasional Tbk.

Dalam sisa tahun 2026 ini, PT. Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) mempertahankan panduan produksi minyak dan gas pada kisaran 165-170 mboepd serta target penjualan listrik sebesar 4.550 GWh. CEO MedcoEnergi, Ronald Gunawan mengatakan hal tersebut dalam keterangannya seperti dikutip Selasa (22/09/2026). 

Satu hal, perseroan menaikkan panduan belanja modal (capex) 2026 menjadi USD450 juta-USD475 juta untuk segmen minyak dan gas bumi. Sedangkan capex segmen ketenagalistrikan ditargetkan hingga USD50 juta.

https://emitennews.com/news/naikkan-capex-2026-medco-energi-medc-pertahankan-produksi-migas

WIKA

Wijaya Karya (Persero) Tbk

Kondisi keuangan dan likuiditas PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) masih lemah. PT. Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menilai, BUMN sektor konstruksi, dan infrastruktur itu,juga menghadapi risiko dari ekspansi yang dilakukan sebelumnya. “Peringkat korporasi mencerminkan profil keuangan dan likuiditas WIKA yang lemah serta risiko yang berasal dari ekspansi yang dilakukan sebelumnya”. Demikian tulis Pefindo dalam keterangan resminya, seperti dikutip Selasa (22/09/2026).

Pemeringkat Efek Indonesia memangkas peringkat Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap I milik PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) menjadi idD(sy) dari sebelumnya idCCC(sy). Penurunan peringkat ini dilakukan setelah WIKA menunda pembayaran bagi hasil sukuk yang seharusnya jatuh tempo pada 18 September 2026.

https://emitennews.com/news/kondisi-keuangan-dan-likuiditas-wika-masih-lemah-pefindo-ungkap-ini