Daily News 20/09
September 20, 2012 No. 347
BBTN - DPR berikan persetujuan rights issue
Komisi XI DPR memberikan persetujuan terkait rencana penerbitan 1.51 miliar lembar saham baru PT Bank Tabungan Negara (BBTN) melalui proses rights issue. Dengan target perolehan dana berkisar antara Rp 1.76 Triliun hingga Rp 2.25 Triliun, maka harga saham baru diperkirakan ditawarkan pada harga Rp 1,260 hingga Rp 1,620 per lembar saham.
MLPL - Pembelian aset non inti MPPA
PT Multipolar (MLPL) berencana menggabungkan pinjaman bank dan promissory notes untuk membiayai pembelian aset non inti PT Matahari Putra Prima (MPPA). MLPL mengajukan pinjaman senlai Rp 1.9 Triliun dari Deutsche Bank AG Singapura atau setara 60% dari total nilai transaksi. sisanya sebesar 40% atau sebesar Rp 1.28 Triliun akan dibayar melalui promissory notes yang berbunga 10% per tahun dan tenor enam bulan dengan ketentuan pembayaran dapat dipercepat. Penyeelesaian transaksi diperkirakan selesai pada 1Q 2013.
MPPA - Penurunan nilai nominal saham
PT Matahari Putra Prima (MPPA) berencana menurunkan nilai nominal saham dengan rasio 1:10. Nilai nominal saham MPPA akan menjadi Rp 50 per saham dari sebelumnya Rp 500 per saham. Penurunan nilai nominal dikarenakan perusahaan ingin mengurangi modal dasar dan ditempatkan senilai Rp 2.4 Triliun menjadi 278.83 Miliar. Penurunan modal Rp 2.4 Triliun akan didistribusikan pada setiap pemegang saham dengan imbal hasil Rp 636 per saham. Selain menurunkan nilai nominal, perseroan akan membagikan dividen interim ke pemegang saham dengan nilai total Rp 1 Triliun.
PGAS - Rencana ekspansi
PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) berencana mengakuisisi satu blok gas di dalam negeri dan satu blok gas yang berada di luar negeri. Rencana tersebut menjadi bagian dari agenda ekspansi anorganik perusahaan. Status kedua blok yang ingin diakuisisi PGAS masih belum beroperasi atau greenfield. PGAS telah menyiapkan dana Rp 5 Triliun dari kas internal untuk mendukung ekspansi anorganik.