Daily News 22/10
October 22, 2012 No. 369
ETWA - Rencana Investasi
PT. Eterindo Wahanatama (ETWA) mengalokasikan dana investasi senilai Rp. 1.5 Triliun sampai tahun 2015 untuk menanam 24ribu ha lahan kelapa sawit dan pembangunan pabrik kepala sawit dan penambahan kapasitas pabrik biodiesel. Pendanaan akan diambil dari hutang sebesar 70% dan sisa nya dari kas internal. Sementara itu perusahaan akan melaksanakan RIPSLB pada 22 November 2012 dengan agenda persetujuan Kuasi Reorganisasi. ETWA akan menghapus saldo defisit pada neraca dengan menurunkan modal disetor dan agio saham serta merevaluasi aset tetap dan persediaan.
INAF - Rencana emisi MTN
PT Indo Farma (INAF) berencana menerbitkan medium term notes (MTN) senilai Rp 120 Miliar dengan menawarkan kupon pada kisaran 9% hingga 9.5%. PT Mandiri Sekuritas dan PT Indopremier Securities bertindak sebagai penjamin emisi. Dana hasil emisi MTN akan dialokasikan untuk mendukung modal kerja serta untuk meningkatkan output. Pefindo memberikan peringkat idA- terkait rencana emisi MTN.
PTPP - Rencana Penerbitan Obligasi
PT. PP (PTPP) berencana menerbitkan obligasi senilai Rp. 600 miliar pada 1H 2013 yang akan digunakan untuk pembiayaan proyek EPC terutama pembangkit listrik. PTPP sedang mengincar 5 proyek pembangkit listrik pada 2013 dimana 2 proyek bernilai Rp. 1 triliun.
RAJA - Rencana akuisisi perusahaan gas
PT Rukun Raharja (RAJA) berencana mengakuisisi 51% saham PT Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi Gas (PDPDE Gas) milik PT Dika Karya Lintas Nusa dengan transaksi mencapai Rp 94.29 Miliar. Untuk mengakuisisi 51% saham PDPDE Gas, RAJA menggunakan dana internal dan pinjaman perbankan dengan rincian RAJA akan membayar Rp 18.61 Miliar dengan memakai kas internal. Pembayaran sisanya senilai US$ 8 juta akan memakai pinjaman bank. Tujuan akuisisi tersebut untuk memperluas pangsa pasar di daerah Sumatera Selatan dan memperkuat bisnis hilir di bidang transportasi dan distribusi niaga gas bumi.
VOKS - Rencana produksi bahan baku sendiri
PT Voksel Electric (VOKS) berencana memproduksi bahan baku tembaga dan aluminium sendiri untuk mengurangi ketergantungan bahan baku dari pemasok dikarenakan dampak fluktuasi nilai tukar dan harga komoditas terhadap beban produksi. Untuk memproduksi bahan baku tembaga, VOKS akan menambah mesin di pabrik yang berlokasi di Cileungsi, Bogor. Untuk ekspansi ini, nilai investasi US$ 1 juta dengan sumber dana berasal dari kas internal. VOKS telah menambah mesin produksi aluminium batangan di pabrik Cileungsi dan menginvestasikan dana US$ 500.000 untuk membeli peralatan. Manajemen VOKS menargetkan dapat menghemat biaya bahan baku sekitar Rp 1 Miliar per bulan.