Daily News 20/12
December 20, 2012 No. 409
Bakrie Group - Voting right Bumi Plc
UK Takeover Panel memutuskan bahwa pemegang saham Bumi Plc yaitu Bakrie Group, Samin Tan (melalui PT Borneo Lumbung Energi & Metal - BORN), dan Rosan Roeslani (melalui PT Bukit Mutiara), merupakan satu kesatuan (concert party) sehingga ketiga pihak tersebut hanya memiliki hak suara maksimal sebesar 30% dari total keseluruhan 47.6% apabila tidak termasuk suatu kesatuan. Seiring dengan keputusan tersebut, Rosan mengumumkan pengunduran diri dari direksi Bumi Plc. Dalam proposalnya, Bakrie Group berencana menukar 23.8% saham Bumi Plc. dengan 10.3% saham PT Bumi Resources (BUMI) dan berencana membeli 18.9% saham BUMI dari Bumi Plc sebelum Natal 2012.
AALI - Kinerja penjualan 11M 2012
PT Astra Agro Lestari (AALI) membukukan kenaikan penjualan CPO dan kernel masing-masing sebesar 12.2%Yoy dan 15.8%Yoy menjadi 1.27 juta ton dan 202,464 ton pada 11M 2012. Rata-rata harga jual CPO mengalami penurunan sebesar 1.8%Yoy menjadi Rp 7,474 per Kg sedangkan harga jual kernel turun 18.9%Yoy menjadi Rp 3,589 per kg pada 11M 2012. Penjualan ekspor hanya2.5% dari total volume penjualan CPO dan sisanya ditujukan untuk pasar domestik.
CMNP - Private placement dan rencana emisi obligasi
PT Citra Marga Nusaphala (CMNP) lebih dulu menerbitkan saham baru non HMETD atau private placement dari rencana awalnya akan menerbitkan obligasi. Penerbitan non HMETD sebesar Rp 1,500 per saham dengan jumlah saham yang ditawarkan 200 juta saham sehingga CMNP diperkirakan meraih dana sekitar Rp 300 Miliar. Pembeli saham baru CMNP adalah Emirates Tarian Global Ventures. Selain private placement, CMNP berencana akan menerbitkan surat utang senilai Rp 1.2 Triliun. Dana tersebut untuk mengembangkan bisnis di ruas tol luar Jabodetabek dan CMNP juga akan meningkatkan kepemilikan saham di PT Jasa Sarana, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jawa Barat. CMNP saat ini memiliki 5% yang nantinya CMNP ingin meningkatkan menjadi 15% saham.
DGIK - Nilai kontrak
PT Nusa Konstruksi Enjiniring (DGIK) membukukan nilai kontrak baru senilai Rp 2.4 Triliun tahun ini dari target perolehan Rp 1.5 Triliun. Tahun lalu DGIK membukukan kontrak senilai Rp 759 Miliar. Perolehan kontrak tahun ini sebagian besar didukung oleh proyek pembangunan gedung yang mencapai Rp 546 Miliar Vs Rp 332 Miliar pada 2011 lalu, sedangkan proyek pekerjaan sipil turun menjadi Rp 259 Miliar dari Rp 506 Miliar tahun lalu.
MPPA - Moody's turunkan rating
Moody's menurunkan peringkat PT Matahari Putra Prima (MPPA) dari B1 ke B2 dengan prospek stabil. Moody's memperkirakan MPPA belum dapat mengendalikan beban utang pada 2012 dan 2013. Kewajiban MPPA mencapai Rp 4.6 Triliun berdasarkan laporan keuangan per September 2012. Peringkat MPPA ini mencerminkan arus kas yang belum dapat mengantisipasi utang tinggi dan leverage keuangan tahun 2012 dan 2013. Moody's menilai bisnis Hypermarket memiliki pertumbuhan yang solid dan dapat memberikan pendapatan signifikan untuk MPPA. Namun, karena marjin operasi yang cukup kecil sekitar 2%-3%, kinerja segmen bisnis ini rentan terhadap sentimen permintaan konsumen.