Daily News 19/12

December 19, 2012 No. 408
AISA - Rencana spin off unit perkebunan

PT Tiga Pilar Sejahtera (AISA) berencana memisahkan unit usaha (spin off) di sektor perkebunan apabila penanaman lahan mencapai 34,000 Ha. Jika penanaman lahan sudah mencapai target maka AISA akan memisahkan divisi rice and food dari perkebunan dan manajemen AISA memperkirakan kondisi tersebut dapat tercapai pada tahun 2014. Dana yang didapatkan AISA dari pemisahan usaha ini mencapai US$ 340 Juta dengan asumsi US$ 10 Juta per ha. Sektor perkebunan AISA masih memberikan kontribusi yang kecil sebesar 4% dari pendapatan AISA. Rencana spin off tersebut juga membuat AISA lebih fokus pada bisnis beras dan makanan. AISA memiliki tujuh perkebunan kelapa sawit dengan luas area konsesi 93,000 Ha dan yg ditanami baru 18% atau 16,000 Ha.
CMNP - Rencana non-preemptive rights
PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) berencana menerbitkan saham tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non-HMETD) sebesar 200 juta saham atau 10% dari modal disetor. Saham tersebut seluruhnya akan dibeli oleh Emirates Tarian Global Ventures SPC pada harga pelaksanaan Rp 1,500 per lembar saham.
KBRI - Target pendapatan 2013
Manajemen PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia (KBRI) menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 15% tahun depan yang didukung oleh kenaikan volume produksi sebesar 15% dari sekitar 7,500 ton tahun ini. Naiknya kinerja produksi didukung oleh proyek revitalisasi paper machine #1 (PM1). KBRI tengah membangun PM2 yang memiliki kapasitas produksi 150,000 ton per tahun dimana proses konstruksi telah mencapai 80% penyelesaian.
SMGR - Akuisisi pabrik semen di Vietnam
PT Semen Gresik (SMGR) mengakuisisi 70% saham Thang Long Cement senilai US$ 335 Juta. Langkah akuisisi ditempuh untuk mempercepat pertumbuhan bisnis di kawasan regional. Thang Long Cement merupakan salah satu produsen semen terkemuka di Vietnam dengan kapasitas produksi 2.3 juta ton semen per tahun. Thang Long memiliki cadangan kapur sebanyak 76 juta ton.
TAXI - Alokasi belanja modal 2013
PT Express Transindo Utama (TAXI) menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) senilai Rp 500 Miliar yang akan digunakan untuk pembelian 2,000 unit taksi baru dan peremajaan 500 unit taxi. Sumber pembayaran down payment diambil dari hasil IPO. Pada tahun 2013, Express Group akan mengoperasikan 10,000 unit taksi regular dan dalam 2-3 tahun meningkat menjadi 15,000 unit.