Daily News 28/06

June 28, 2011 No. 41
ANTM - Rencana investasi

PT Aneka Tambang (ANTM) berencana menginvestasikan 5 proyek yang akan dikerjakan tahun ini dan tahun depan. Proyek yang dikerjakan tahun ini meliputi CGA Tayan senilai US$ 450 Juta, FeNi Halmahera senilai US$ 1.6 Miliar, serta modernisasi dan optimalisasi pabrik feronickel di Pomalaa senilai US$ 450-500 Juta. Tahun depan, ANTM akan menjalankan proyek NPI Mandiodo senilai US$ 350-400 Juta dan smelter grade alumina Mempawah senilai US$ 1 Miliar. Sementara itu anak usaha ANMT, Indonesia Coal Resources ditargetkan memproduksi 700 ribu ton batubara tahun ini.
BUMI & BRMS - Pengalihan utang
RUPSLB PT Bumi Resources (BUMI) menyetujui skema pengalihan utang PT Bumi Resources Mineral (BRMS) senilai US$ 238 Juta kepada Vallar Plc. Skema pengalihan utang menjadi kepemilikan saham tersebut merupakan bagian atas penukaran 75% saham BRMS dengan convertible bond Vallar senilai US$ 2.07 Miliar. Saat ini BUMI tercatat memiliki 87.09% saham BRMS. Rencana korporasi tersebut diharapkan dapat diselesaikan pada 3Q 2011. Beban hutang BRMS tersebut membebani kinerja keuangan BUMI tahun lalu. Sementara itu pagi ini Bloomberg mengabarkan bahwa Vallar Plc menyetujui untuk meningkatkan kepemilikan saham BUMI menjadi 28.9%.
LPPS - Rencana rights issue PT Lippo Securities (LPPS) berencana menerbitkan saham baru melalui proses rights issue dengan target perolehan dana Rp 207.06 Miliar. LPPS berencana menerbitkan 1.47 miliar lembar saham baru pada harga penawaran Rp 140 per lembar saham. Pemegang saham perusahaan, Pacific Asia Holding dan PT Eagle Capital akan bertindak sebagak standby buyer.
MDLN - Rencana revaluasi asset
PT Modern Land Realty (MDLN) berencana melakukan revaluasi aktiva tetap untuk membantu mengurangi posisi saldo laba yang masih mengalami defisit. MDLN membukukan defisit saldo laba senilai Rp 448.22 Miliar pada 2010 lalu kendati membukukan laba Rp 38.6 Miliar. Manajemen MDLN tengah mengkaji berbagai opsi untuk menurunkan saldo defisit tanpa melakukan kuasi reorganisasi.
SULI - Penjualan saham anak perusahaan
RUPSLB PT Sumalindo Lestari Jaya (SULI) menyetujui rencana penjualan 62.5% kepemilikan saham atas PT Kalimantan Powerindo (KP) senilai Rp 46.8 Miliar kepada PT Bangun Djaya Perkasa. Dana hasil penjualan saham anak perusahaan akan dialokasikan untuk mendukung modal kerja. Saat ini SULI memiliki 99.9% saham KP dimana KP memiliki utang senilai Rp 61.1 Miliar kepada SULI. KP juga tengah melakukan restrukturisasi pinjaman kepada PT CIMB Niaga (BNGA) senilai US$ 12 Juta.