Daily News 30/06
June 30, 2011 No. 42
APOL - Pembatalan rencana investasi oleh Saratoga
Calon investor PT Arpeni Pratama Ocean Line (APOL), Saratoga Capital, membatalkan rencana investasinya dengan APOL terkait dengan kondisi keuangan perusahaan. APOL berencana menerbitkan 6.2 miliar lembar saham baru dengan target perolehan dana mencapai US$ 75 Juta. Pemegang saham mayoritas APOL, PT Mandira Sanni Pratama, akan bertindak sebagai standby buyer terkait rencana rights issue tersebut. Sekitar US$ 30 Juta dana hasil rights issue akan dialokasikan untuk refinancing utang termasuk buyback obligasi. Sementara itu APOL juga tengah menyiapkan obligasi konversi dengan jangka waktu 6 tahun senilai US$ 20 Juta untuk refinancing obligasi yang tidak di buyback.
BUMI - Refinancing utang
Kreditur PT Bumi Resources (BUMI), China Investment Corporation (CIC), meminta pembayaran utang secara tunai jika manajemen BUMI menggunakan opsi percepatan pembayaran utang senilai US$ 600 Juta pada Oktober 2011. Dalam rencana awal restrukturisasi, BUMI berencana menukar utang tersebut dengan obligasi konversi senilai US$ 2.07 Miliar yang akan diterbitkan oleh Bumi Plc. Bumi Plc (tercatat di bursa London) tercatat memiliki 25% saham BUMI dan 84.7% saham PT Berau Coal Energy (BRAU).
SMGR - Kinerja 1H 2011
Manajemen PT Semen Gresik (SMGR) memperkirakan produksi semen selama 1H 2011 mencapai 9.2 ? 9.3 juta ton dan diupayakan mencapai 19.5 juta ton hingga akhir tahun seiring dengan selesainya beberapa proyek efisiensi pabrik. Dengan demikian, manajemen memperkirakan dapat membukukan kenaikan pendapatan sekitar 10% menjadi Rp 15.7 Triliun Vs Rp 14.34 Triliun tahun lalu. Saat ini kapasitas produksi SMGR dan anak perusahaan telah mencapai titik tertinggi. Dari total produksi 19 juta ton tahun lalu, Semen Padang memproduksi 5.9 juta ton, Semen Gresik 9 juta ton, dan Semen Tonasa 4.1 juta ton. Seiring dengan tingginya permintaan semen, SMGR berupaya untuk meningkatkan kapasitas produksi dan berencana membangun dua pabrik baru di Tonasa dan Tuban senilai total US$ 594 Juta. Pabrik di Tonasa telah mencapai 86% penyelesaian dan diperkirakan dapat memulai produksi pada awal 2012.