Daily News 27/12
December 27, 2012 No. 412
Bakrie Group - NR Investment ingin akses tak terbatas
Anak perusahaan Rothschild, NR Investments, menegaskan hanya akan memberikan persetujuan proposal Bakrie Group untuk keluar dari Bumi Plc apabila Macfarlanes mendapat akses tidak terbatas terhadap akun historis dan manajemen saat ini. Macfarlanes merupakan konsultan yang ditunjuk untuk melakukan audit investigatif terhadap PT Bumi Resources (BUMI). Rothschild menilai audit yang dilakukan PN Jakarta berdasarkan pasal 138 Perseroan Terbatas mengganggu investigasi independen yang dilakukan Macfarlanes. Sebelumnya, UK Takeover Panel menyatakan bahwa Samin Tan (melalui PT Borneo Lumbung Energi & Metal ? BORN), Bakrie Group, dan Rosan Roeslani (melalui Bukit Mutiara) merupakan suatu kesatuan (concerted party), dan oleh karenanya Samin Tan berupaya untuk membubarkan kerjasama dengan Bakrie Group sehingga masing-masing pihak memiliki 23.8% saham Bumi Plc. Sebagai concerted party ketiganya hanya memiliki voting rights maksimal 29.99%.
EMTK - Akuisisi perusahaan iklan Thailand
PT Elang Mahkota Teknologi (EMTK) mengakuisisi perusahaan media periklanan outdoor, Plan B Media Co Ltd di Thailand. EMTK membeli sekitar 30% saham Plan B Media dan transaksi ini berlangsung pada 20 Desember 2012. EMTK telah menganggarkan dana sekitar Rp 302.69 Miliar untuk finalisasi investasi yang akan dilakukan pada akhir Januari 2013. Sumber dana akuisisi berasal dari kas internal. Akuisisi ini adalah salah satu bagian dari rencana pengembangan bisnis EMTK tahun depan.
PKPK - Rencana Rights issue
PT Perdana Karya Perkasa (PKPK) akan menawarkan saham baru sebanyak 26 miliar saham dan menargetkan meraih dana dari hasil penawaran umum terbatas (PUT) I sebanyak Rp 6.5 Triliun. Harga pelaksanaan Rp 250 per saham dengan rasio HMETD 5:241. PKPK akan memakai 77.85% hasil rights issue atau Rp 5.06 Triliun untuk mengakuisisi 100% RITS Ventures Ltd yang secara tidak langsung memiliki 66.5% saham PT Indo Wana Bara Mining Coal (IWBMC). Sekitar 17.72% dana rights issue atau Rp 1.15 Triliun akan digunakan untuk memberi pinjaman kepada IWBMC dan sisanya 4.43% akan digunakan sebagai modal kerja PKPK. Fundamental Resources Pte Ltd, akan bertindak sebagai pembeli siaga pada PUT I ini.
PTRO - Kinerja 9M 2012
PT Petrosea (PTRO) membukukan kenaikan laba bersih 9M 2012 sebesar 10.9%Yoy menjadi US$ 36.63 Juta Vs US$ 33.03 Juta pada 9M 2011 lalu. Naiknya kinerja didukung oleh kenaikan pendapatan sebesar 56%Yoy menjadi US$ 288.15 Juta.
SGRO - Proyeksi kinerja 2013
Manajemen PT Sampoerna Agro (SGRO) menargetkan kenaikan volume produksi sebesar 5-10%Yoy tahun depan. Manajemen telah melakukan penanaman diatas lahan seluas 3,500 Ha pada 9M 2012 yang ditargetkan mencapai 5,000 Ha tahun ini. Target penanaman tahun depan mencapai 10,000 Ha. Belanja modal 2013 ditetapkan sebesar Rp 1 Triliun dimana 80% diantaranya akan dialokasikan untuk pengembangan usaha sawit dan sisanya untuk non-sawit seperti sagu dan karet. Sekitar 50% dana belanja modal tahun depan akan berasal dari kas internal dan sisanya akan ditutup melalui pinjaman bank.