Daily News 09/01
January 09, 2013 No. 419
BKSL - Belanja modal
PT Sentul City (BKSL) menyiapkan anggaran belanja modal atau capex senilai Rp 460 Miliar yang sebagian besar akan digunakan untuk pembangunan proyek perumahan. Sebesar Rp 147.2 Miliar atau 32% dari belanja modal akan digunakan untuk pembangunan proyek hunian sementara sebesar 26% atau Rp 119.6 Miliar akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan sisanya untuk pembangunan fasilitas dan proyek lanjutan dari tahun lalu. Dana belanja modal ini bersumber dari kas internal dan pinjaman perbankan. Hingga akhir 2012 BKSL mencatat penjualan hunian sebesar Rp 739.4 Miliar dengan total 690 unit rumah dan apartemen. Tahun ini BKSL menargetkan penjualan senilai Rp 1 Triliun.
MEDC - Belanja modal
PT Medco Energi Internasional (MEDC) mengalokasikan belanja modal senilai US$ 574 Juta, naik dibandingkan dengan US$ 450 Juta belanja modal tahun lalu. Dana tersebut akan dialokasikan untuk pengembangan Blok Senoro, Blok di Libya, dan proyek enhanced oil recovery (EOR). Alokasi belanja modal tersebut diluar rencana akuisisi. Kebutuhan dana akan berasal dari kas internal perusahaan serta project financing.
HRUM - Target produksi 2013
PT Harum Energy (HRUM) menargetkan produksi batubara sepanjang tahun ini mencapai 13 juta ton naik 4% dibandingkan target tahun lalu yang mencapai 12.5 juta ton. Manajemen HRUM mengungkapkan Kenaikan produksi yang masih sedikit dikarenakan harga batubara, tetapi angka produksi yang ditargetkan perusahaan dapat berubah jika harga batubara membaik. Tahun lalu, produksi batubara HRUM sekitar 12 juta ton batubara. Jumlah tersebut berada dibawah target yang ditargetkan pada awal 2012 sebesar 12.5 juta ton. Tidak tercapainya target produksi tahun lalu akibat ada penyesuaian produksi dari beberapa konsesi tambang di wilayah Kalimantan dan rendahnya volume produksi juga dipengaruhi harga jual batubara yang menurun sejak pertengahan tahun lalu.
SDMU - Ekspansi usaha
PT Sidomulyo Selaras (SDMU) mengalokasikan dana sekitar US$ 1-3 Juta untuk mendirikan PT Anugerah Roda Kencana (ARK), anak perusahaan yang bergerak pada bidang impor ban radial karena merasa kesulitan mendapat pasokan ban untuk mendukung armada angkutan kimia. Dalam tahap awal, ARK berencana mengimpor sekitar 10 kontainer ban untuk memenuhi kebutuhan internal dan klien. ARK berencana menjual ban kepada perusahaan transportasi serta kontraktor pertambangan. Dengan mendirikan ARK, beban perawatan armada angkutan kimia diharapkan dapat turun 12.5% tahun ini.
TAXI - Penurunan bunga pinjaman
PT Express Transindo Utama (TAXI) mendapat keringanan suku bunga pinjaman fixed rate dari PT Bank Central Asia (BBCA) dari 10% menjadi 9.75% per tahun. Penurunan suku bunga pinjaman juga berlaku terhadap plafon pinjaman yang belum ditarik. TAXI memiliki armada lebih dari 8,000 unit taksi dengan wilayah pelayanan mencakup Medan, Jadetabek, Semarang, dan Surabaya.