Daily News 15/01

January 15, 2013 No. 423
APLN - Proyeksi kinerja 2012

Manajemen PT Agung Podomoro Land (APLN) memperkirakan penjualan 2012 mencapai Rp 5.81 Triliun, naik 38%Yoy dibandingkan Rp 4.22 Triliun pada 2011 lalu. Naiknya kinerja penjualan didukung oleh penjualan dari proyek Superblock Green Bay, Podomoro City, dan Residence Parahyangan (Bandung). Proyek Superblok Green Bay memberi kontribusi sekitar 37% terhadap total marketing sales perseroan, diikuti oleh Podomoro City sebesar 25% dan Residence Parahyangan sebesar 12%. Pada 12 Januari lalu anak perusahaan APLN, PT Alam Hijau Teduh, melakukan ground breaking untuk pembangunan Manhattan dan Milan Tower dalam kawasan proyek Metro Park Residence.
GJTL - Rencana emisi obligasi
PT Gajah Tunggal (GJTL) mendapat persetujuan pemegang saham untuk menerbitkan obligasi berdenominasi dollar AS senilai US$ 500 Juta. Obligasi itu akan digunakan mempercepat pembayaran sebagian utang yang jatuh tempo pada 2014 dengan tingkat bunga tetap 10% per tahun. Sebagian besar dana hasil penjualan surat utang akan digunakan untuk buyback obligasi yang diterbitkan anak usaha GJTL, GT 2005 Bonds B.V. Obligasi senilai US$ 412.49 Juta yang terbit pada 2009 akan jatuh tempo pada 2014. Kelebihan dana senilai US$ 87.5 Juta akan digunakan GJTL untuk memenuhi kebutuhan belanja modal terutama modal ekspansi fasilitas produksi ban truck dan bus radial. GJTL menargetkan obligasi akan diterbitkan pada 4 Februari.
NISP - Rencana emisi obligasi
PT Bank OCBC NISP (NISP) berencana menerbitkan obligasi senilai total Rp 6 Triliun dimana untuk tahap pertama akan diterbitkan obligasi senilai maksimal Rp 3 Triliun yang terdiri dari 3 seri. Seri A bertenor 370 hari yang akan jatuh tempo pada 24 Februari 2014, Seri B bertenor 2 tahun, dan Seri C bertenor 3 tahun. Seluruh dana hasil emisi obligasi akan dialokasikan untuk mendukung ekspansi kredit. Pefindo memberikan peringkat idAAA terhadap rencana emisi obligasi NISP sedangkan Fitch Ratings Indonesia memberi peringkat AAA. Masa penawaran awal berlangsung 15-30 Januari dan diperkirakan mendapat pernyataan efektif Bapepam-LK pada 11 Februari 2013.
WIIM - Target pencapaian 2013
Manajemen PT Wismilak Inti Makmur (WIIM) menargetkan kenaikan penjualan rokok sebesar 45%Yoy tahun ini mencapai Rp 1.6 Triliun Vs estimasi penjualan Rp 1.1 Triliun tahun lalu. Naiknya kinerja akan didukung oleh kenaikan kapasitas produksi sebesar 31.5%Yoy tahun ini menjadi 2.5 miliar batang dari 1.9 miliar batang rokok tahun lalu. WIIM mengalokasikan dana belanja modal sekitar Rp 80-100 Miliar untuk menambah satu production line sigaret kretek mesin (SKM) untuk mengejar target produksi. Mesin baru tersebut diharapkan dapat mulai beroperasi pada pertengahan tahun ini.