Daily News 05/03
March 05, 2013 No. 457
Bakrie Group - Bukti divestasi BRMS
Biro Administrasi Efek (BAE) PT Sinartama Gunita melaporkan terjadinya perubahan kepemilikan saham PT Bumi Resources Minerals (BRMS) dibandingkan dengan posisi per 30 September 2012 lalu. Porsi kepemilikan PT Bumi Resources (BUMI) atas BRMS turun dari 87.09% pada akhir September lalu menjadi 50.61% pada akhir Desember dan saat ini turun menjadi 45.13% saham per 20 Februari lalu. Sedangkan Long Haul Indonesia saat ini tercatat memiliki 12.8% saham. Sebelumnya, manajemen BUMI membantah adanya penjualan sebagian saham BRMS seperti yang telah dikemukakan oleh Rothschild.
ESSA - Private placement
PT Surya Esa Perkasa (ESSA) telah menentukan harga saham baru non HMETD atau private placement berada di kisaran Rp 3,000-Rp 3,500 per saham dan akan dicatatkan di BEI bulan depan. Manajemen ESSA mengungkapkan terdapat tiga investor strategis yang berminat terhadap saham perseroan yang berasal dari lembaga investasi Singapura dan Hong Kong. ESSA akan menerbitkan 100 juta saham non HMETD dan menargetkan mendapatkan dana Rp 300 Miliar-Rp 350 Miliar. Dana hasil private placement akan digunakan untuk setoran modal ESSA pada proyek pembangunan pabrik amonia. Proyek ini akan dikembangkan oleh anak usaha ESSA, PT Panca Amara Utama dengan dana investasi senilai US$ 750 Juta.
TKGA - Perubahan struktur pengurus dan nama perusahaan
Backdoor listing PT Permata Energy ke PT Toko Gunung Agung (TKGA) membuat struktur pengurus TKGA dan Nama perusahaan berubah. Nama perusahaan akan berubah menjadi PT Permata Prima Sakti dan salah satu pengurus adalah Garibaldi Thohir Presiden Direktur PT Adaro Energy (ADRO) yang menjabat sebagai wakil Presiden Komisaris. TKGA sendiri akan membeli saham baru PT Permata Energy Resources sekitar 480,000 saham seharga Rp 1 juta per saham dengan nilai akuisisi Rp 480 Miliar dan dari transaksi tersebut TKGA memiliki 99.79% saham Permata Energy. Sumber dana akuisisi dari penerbitan saham baru sebesar 94.86% atau setara 960 juta saham pada harga Rp 500 per saham dan menargetkan meraih dana Rp 480 Miliar.
TOWR - Pencarian dana
Protelindo anak usaha dari PT Sarana Menara Nusantara (TOWR) berencana mencari dana melalui penerbitan obligasi senilai US$ 750 Juta dan hutang bank senilai US$ 600 Juta. Total dana tersebut akan digunakan untuk pembayaran hutang, pembiayaan modal kerja serta akuisisi menara.