Daily News 06/03

March 06, 2013 No. 458
ANTM - Rencana pembangunan pabrik zirkonia

PT Aneka Tambang (ANTM) akan mendirikan pabrik pemurnian zirkonium menjadi zirkonia di Mandor, Kalimantan Barat. Rencana proyek tersebut berasal dari informasi peningkatan kemampuan peneliti dan perekayasa (PKPP) Kemenristek. Dimana proyek tersebut melibatkan tiga pihak, ANTM sebagai penyedia modal pembangunan pabrik, Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan (PTAPB) sebagai penyedia paket teknologi proses pabrik zirkonia. Terakhir, Pemda Kabubaten Landak sebagai penyedia lokasi pabrik dan sumber bahan baku. Tim PTAPB mengungkapkan mineral zirkon sangat potensial untuk diolah sebagai bahan baku industri nuklir dan non-nuklir.
ENRG - Penjualan saham
Dalam suar per tanggal 3 Januari 2013 yang baru diterima BEI pada 4 Maret 2013, Mackenzie Financial (portfolio manager dari Toronto, Kanada) mengumumkan pembelian 9.23% saham PT Energi Mega Persada (ENRG) pada 28 Desember 2012 pada harga Rp 81.82 per lembar serta 9.35% pada 2 Januari 2013 pada harga Rp 85.83 per lembar. Tidak dijelaskan pihak penjual saham ENRG.
EXCL & TLKM - Penetapan pemenang tender
Menkominfo menetapkan PT Telekomunikasi Selular (anak perusahaan PT Telekomunikasi Indonesia - TLKM) dan PT XL Axiata (EXCL) sebagai pemenang tender pita frekuensi radio tambahan pada pita frekuensi 2.1 GHz. Keputusan tersebut diambil setelah sebelumnya mengumumkan pemenang tender, dan menunggu masa sanggah pada 26-27 Februari lalu yang tidak digunakan oleh peserta seleksi. Tahap selanjutnya, Telkomsel dan EXCL harus menyelesaikan sejumlah kewajiban seperti pembayaran upfront fee dan annual fee paling lambat tanggal 18 Maret 2013.
INCO - Target produksi 2013
PT Vale Indonesia (INCO) menargetkan tahun ini dapat memproduksi nikel sebesar 72,000 ton dibandingkan tahun lalu sebesar 70,717 ton. Saat ini total kapasitas produksi nikel mencapai 73,000 ton per tahun setelah selesainya upgrade Tanur Listrik 2 pada tahun lalu. INCO optimis produksi nikel akan terus meningkat dikarenakan INCO telah memulai proyek pembangunan smelter baru di Sorowako, Sulawesi Selatan dengan investasi senilai US$ 2 Miliar dan diharapkan dapat mengoperasikan lima smelter pada 2018. Manajemen INCO mangungkapkan Produksi dapat mencapai 120,000 ton per tahun apabila proyek pengembangan satu lini smelter telah selesai dibangun dalam waktu lima tahun.