Daily News 11/03
March 11, 2013 No. 461
BLTA - Voting Ulang
PT. Berlian Laju Tanker (BLTA) akan melaksanakan kembali voting ulang kreditor separatis untuk persetujuan proposal penundaan kewajiban pembayaran utang. Pelaksanaan kembali voting tersebut karena jumlah kreditor separatis yang hadir tidak mencapai 2/3 dari nilai kreditor. Pelaksanaan voting ulang tersebut pada tanggal 14 Maret 2013.
PGAS - Akuisisi Sierra Oil Services
PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) melalui anak usahanya, PT Saka Energi Indonesia mengakuisisi saham partisipasi atau participating interest (PI) sebanyak 20% di Sierra Oil Services Ltd di Blok Ketapang, Madura dan PGAS mengeluarkan dana sebanyak US$ 75 Juta untuk mengakuisisi blok tersebut. Manajemen PGAS mengungkapkan keterbatasan gas untuk pasokan industri maupun pembangkit listrik membuat PGAS terus mencari blok gas lain untuk diakuisisi termasuk lapangan gas sudah berproduksi. Setelah akuisisi blok Ketapang, hasil produksi gas dari lapangan gas mencapai 19 mmscfd akan langsung didistribusikan ke industri lewat jaringan pipa transmisi milik PGAS.
SMSM - Meningkatkan kapasitas produksi radiator
PT Selamat Sempurna (SMSM) menambah kapasitas produksi di salah satu perusahaannya, PT Tokyo Radiator Selamat Sempurna (TRSS) pada tahun ini. Peningkatan kapasitas produksi demi memenuhi permintaan radiator bagi pabrikan mobil di pasar original equipment manufacturer (OEM). Pabrik TRSS di Tangerang akan beroperasi April 2013 berkapasitas produksi 60,000 unit per tahun hasil kerjasama antara SMSM dengan Tokyo Radiator Mnufacturing Co Ltd di jepang sejak April tahun lalu. Pabrik ini akan menambah pasokan radiator SMSM. Saat ini SMSM memproduksi 1.95 juta unit radiator per tahun.
WIKA - Kontrak Baru
PT. Wijaya Karya meraih kontrak baru senilai Rp 3.5 Triliun hingga bulan Maret tahun ini. Proyek terbaru yang didapatkan adalah pembangunan Rumah Sakit senilai Rp 500 miliar di Jakarta Selatan. Total kontrak tahun ini ditargetkan senilai Rp 38.87 Triliun dengan carry over tahun lalu senilai Rp. 18.12 Triliun dan kontrak baru senilai Rp 20.75 Triliun.