Daily News 13/03
March 13, 2013 No. 462
ARNA - Kinerja 2012
PT Arwana Citramulia (ARNA) membukukan kenaikan laba bersih 2012 sebesar 65.1%Yoy menjadi Rp 156.46 Miliark Vs Rp 94.73 Miliar pada 2011. Naiknya kinerja didukung oleh kenaikan pendapatan bersih sebesar 20.7%Yoy menjadi Rp 1.11 Triliun tahun lalu. INTP membukukan kenaikan laba operasi sebesar 49.4%Yoy menjadi Rp 224.43 Miliar tahun lalu.
ELTY - Pelunasan obligasi
Manajemen PT Bakrieland Development (ELTY) menyatakan telah melakukan pelunasan atas pokok obligasi I tahun 2008 Seri B senilai Rp 280 Miliar serta bunga ke-20 (terakhir) senilai Rp 9 Miliar pada 11 Maret lalu. Pada tanggal 8 Maret manajemen menyatakan tidak sanggup melunasi utang obligasi tepat waktu dan mengupayakan untuk melakukan pembayaran pada hasi Senin lalu atau selambat-lambatnya Kamis (14 Maret). Sehubungan dengan hal tersebut BEI melakukan suspense perdagangan ELTY pada hari Senin lalu.
INTP - Kinerja 2012
PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) membukukan kenaikan laba bersih 2012 sebesar 32.3%Yoy menjadi Rp 4.76 Triliun Vs Rp 3.6 Triliun pada 2011. Naiknya kinerja didukung oleh kenaikan pendapatan bersih sebesar 24.5%Yoy menjadi Rp 17.29 Triliun tahun lalu. INTP membukukan kenaikan laba operasi sebesar 33%Yoy menjadi Rp 5.88 Triliun tahun lalu.
MEDC - Bertukar kepemilikan dengan Salamander
PT Medco Energi International (MEDC) dan Salamander Energy PLC melalui masing-masing anak usahanya telah menggelar tukar guling atau swap agreement atas participating interest (PI) di blok migas. Kedua perusahaan tengah menunggu izin dari pemerintah. Manajemen MEDC mengatakan aksi tukar guling tersebut adalah upaya menambah cadangan migas milik MEDC dan meningkatkan penjualan gas ke dalam negeri sesuai program pemerintah. Transaksi tersebut meliputi PI milik MEDC di Blok Bengkanai PSC di Kalimantan Tengah sebesar 15% di tukar dengan saham milik Salamander di dua blok di Kalimantan Timur, Simenggaris PSC sebesar 21% dan Bengara-1 PSC sebesar 41.7%.
PTPP - Pembentukan dua anak usaha
PT Pembangunan Perumahan (PTPP) segera merealisasikan pembentukan dua anak usaha baru tahun ini yang akan fokus di bisnis properti dan produksi beton pracetak. Pembentukan lini bisnis ini untuk memperkuat usaha konstruksi yang menjadi bisnis utama. PTPP sudah menyiapkan modal sekitar Rp 100 Miliar untuk mendirikan dua anak usaha tersebut dengan 70 Miliar untuk usaha properti dan sisanya 30 Miliar untuk beton pracetak. Rencananya anak usaha properti akan beroperasi di 1H 2013 dan anak usaha beton pracetak akan beroperasi akhir Maret atau awal April 2013 di kawasan industri Cilegon, Banten.