Daily News 14/03
March 14, 2013 No. 463
ADRO - Alokasi belanjamodal
PT Adaro Energy (ADRO) menurunkan alokasi belanja modal dari US$ 400 Juta menjadi sekitar US$ 150-200 Juta tahun ini karena belum terlihatnya sinyal kenaikan harga batubara. Alokasi belanja modal akan digunakan digunakan untuk mendukung berbagai proyek seperti pembangunan out of pit crushing and conveying system (OPCC), pembangkit listrik mulut tambang berkapasitas 2x30MW, serta peningkatan kapasitas pelabuhan Kelanis dari 55 juta ton menjadi lebih dari 70 juta ton per tahun. ADRO telah mengucurkan dana US$ 205.6 Juta untuk proyek OPCC yang diperkirakan selesai bulan Mei, sedangkan unit pertama PLTU akan beroperasi bulan April. Proyek pelabuhan Kelanis membutuhkan dana US$ 55 Juta dan ADRO telah mengalokasikan dana US$ 42.57 Juta. ADRO menargetkan produksi tahun ini mencapai 50-53 juta ton, naik dari produksi 47.2 juta ton tahun lalu.
INTP - Rencana ekspansi
PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) akan membangun tiga pabrik semen tahun ini, di Citeureup, Pati, dan di luar Jawa. Namun, di luar Jawa, INTP belum memastikan lokasi pembangunan pabrik. Untuk mendukung pembangunan pabrik tersebut, INTP tahun ini menganggarkan belanja modal sebesar US$ 260-320 Juta yang akan diambil dari kas internal. Belanja modal tersebut juga mendukung penambahan kapasitas pabrik INTP sebanyak 9 juta-10 juta ton dari kapasitas saat ini 18.6 juta ton. INTP juga akan memeperkuat bisnis beton dengan menambah batching plant dan truk mixer baru. INTP akan meningkatkan penjualan beton sebesar 44.8% dari 2.4 juta m3 menjadi 3.5 juta m3 pada tahun ini.
LPPF & MLPL - Penjualan saham
Pemegang saham mayoritas PT Matahari Department Store (LPPF), Asia Color Company Ltd. (ACC), menjual 24.9% saham LPPF pada harga Rp 1.216 per lembar senilai total Rp 883.5 Miliar kepada PT Multipolar (MLPL). ACC diketahui memiliki 98.15% saham LPPF per 31 Januari lalu dan sisanya dimiliki publik. Harga tersebut 64.5% lebih rendah dari harga rata-rata 90 hari perdagangan LPPF senilai Rp 3,425 per lembar. ACC merupakan perusahaan patungan antara Lippo Group dengan CVC Capital Partners. Transaksi tersebut terjadi pada 8 Maret lalu, menjadi pertanyaan karena nilainya yang terlalu rendah. Sebelumnya beredar kabar ACC menjajaki rencana penjualan 40% saham LPPF dengan harga Rp 11,250 per lembar.
PGAS - Akuisisi Blok Bengkanai
PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) melalui anak usaha, PT Saka Energi mengakuisisi 30% participating interest (PI) di Blok Bengkanai PSC di Kalimantan Tengah milik Salamander Energy Plc senilai US$ 27 Juta. PT Saka Energi akan menyediakan dana pengembangan Blok Bengkanai sebesar US$ 30 Juta dikarenakan Blok Bengkanai PSC sedadan dalam tahap pengembangan dan siap dioperasikan pada 2014. Manajemen mengungkapkan produksi gas ditargetkan sebesar 122.6 triliun cubic feet (tcf) dan akan di distribusikan ke PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Blok Bengkanai PSC diperkirakan memiliki potensi produksi gas sebanyak 160 tcf.