Daily News 08/07
July 08, 2011 No. 48
Otomotif ? Penjualan Motor 1H 2011 Meningkat Penjualan sepeda motor pada 1H 2011 meningkat 12.85% menjadi 4.07 juta unit dibanding 3.31 juta unit pada 1H 2010. Honda mencatat penjualan tertinggi di antara merk lain yaitu sebesar 2.1 juta unit atau 51.5%. Posisi kedua dipegang oleh Yamaha sebesar 1.67 juta unit atau 40.6% dan posisi ketiga adalah Suzuki sebesar 6.28%.
BLTA ? Batal Beli Kapal Tanker Kimia PT. Berlian Laju Tanker (BLTA) berencana membatalkan pembelian 2 kapal tanker kimia dari Jepang dikarenakan perubahan kurs Yen terhadap Rupiah yang mengakibatkan harga kapal meningkat. Penambahan 2 kapal tersebut merupakan bagian dari rencana pembelian 4 kapal tanker kimia dari Jepang. Dari 4 kapal tanker tersebut, 2 kapal sudah tiba pada tgl. 14 April lalu. Nilai 2 kapal tanker tersebut berkisar antara US$ 30-40 juta. Seiring dengan pembatalan pembelian 2 kapal tersebut, BLTA akan menggantinya dengan kapal elpiji yang ditargetkan datang pada Agustus 2011.
BYAN ? Kontrak Penjualan dengan India PT. Bayan Resources (BYAN) telah menandatangani kontrak penjualan batubara sebanyak 100 juta ton kepada 3 pembangkit listrik berkapasitas total 6,000 MW milik Universal Cresent Power Private, India. Kontrak tersebut berlaku dengan catatan Universal harus memperoleh pendanaan untuk 3 proyek yang akan disuplai tersebut.
JSMR ? Rencana Kenaikan Tarif Tol Pemerintah berencana menaikan tarif jalan tol pada 14 ruas tol setelah lebaran dengan tingkat kenaikan berkisar antara 11%-12%. Dari 14 ruas tol tersebut, 11 ruas tol dikelola oleh PT. Jasa Marga (JSMR), sehingga akan meningkatkan pendapatan dari perusahaan tersebut.
MPPA? Hypermart PT. Matahari Putra Prima (MPPA) sedang mengkaji pola kemitraan dengan investor strategis untuk mengembangkan Hypermart. MPPA telah menunjuk Merril Lynch sebagai konsultan dalam pengkajian tersebut.
TBIG ? Rencana Akusisi Menara Indosat PT. Tower Bersama Infrastructure (TBIG) berencana mengakuisisi 4,000 menara PT. Indosat (ISAT) yang diperkirakan bernilai lebih dari US$ 500 juta. TBIG akan menggunakan anggaran capex senilai US$ 120 juta dan fasilitas pinjaman senilai US$ 2 miliar untuk rencana akuisisi tersebut. Sementara itu mengenai proses akuisisi 100% saham Infratel, TBIG akan mengumumkan nilai akuisisi pada minggu depan.