Daily News 21/06

June 21, 2013 No. 531
Plantation Sector - Pemerintah membatasi area lahan perkebunan 

Pemerintah berencana membatasi luas kebun yang dapat dimiliki setiap perusahaan. Berdasarkan draf revisi Peraturan Menteri Keuangan (Permentan) No.26/2007 tentang Pedoman Perizinan Usaha Kelapa Sawit, batas area kebun sawit yang dapat dimiliki kelompok usaha hanya 100,000 Ha. Pembatasan luas kebun ini berlaku di Jawa, Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi, Pemerintah masih membolehkan kepemilikan lahan hingga 200.000 Ha di Papua dan Papua Barat. Ketentuan itu rencananya tidak akan berlaku bagi BUMN, BUMD, dan perusahaan terbuka. Ketentuan itu rencananya juga akan memaksa pemilik pabrik pengolahan CPO mendivestasikan sebagian sahamnya kepada petani.
ADMG - Rencana divestasi pemegang saham
Pengusaha Sjamsul Nursalim dikabarkan akan menjual saham mayoritas PT Polychem Indonesia (ADMG). Penjualan sebanyak 70% saham atau dengan penyesuaian laporan keuangan 2012 sebanyak 2,72 miliar saham. HSBC Holdings bertindak sebagai penasihat divestasi.
BNII - Penjualan 9% saham oleh Maybank
Malayan Banking Bhd (Maybank) menjual 9% saham PT Bank Internasional Indonesia (BNII) senilai Rp 1.79 Triliun. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham sebanyak 5.06 miliar lembar dijual pada harga Rp 355 per saham. Transaksi itu terjadi di pasar negosiasi pada 19 Juni 2013. Penjualan tersebut untuk meningkatkan jumlah saham publik menjadi 11.7% dari sebelumnya 2.7%. Maybank masih berencana melepas saham BNII sebesar 8.3%, sehingga free float direncanakan bertambah hingga 20%. Namun, perseroan meminta perpanjangan waktu untuk pelepasan saham lanjutan. Harga jual saham BNII jauh dibawah harga akuisisi di tahun 2008 pada harga Rp 510 per saham. Di sisi lain, masa perpanjangan refloating akan berakhir tahun ini.
WINS - Rencana buyback
PT Wintermar Offshore Marine (WINS) berencana buyback sebanyak 190 juta lembar saham (5.2% saham) dan telah menyiapkan dana sebesar US$ 10 Juta. Manajemen WINS mengungkapkan, pemegang saham telah menyetujui rencana buyback saham. Pembelian saham akan dilakukan perseroan dalam kurun waktu 18 bulan setelah mendapat persetujuan RUPS. Saham buyback akan dimasukkan ke dalam treasury stock dan akan digunakan untuk membayar convertible bond kepada International Finance Corporation (IFC). Tahun lalu WINS mendapatkan pinjaman sekitar US$ 55 juta. Dalam mengembalikan pinjaman tersebut, WINS memiliki opsi mengeluarkan obligasi yang dapat ditukar dengan saham pada harga Rp 500 per saham.