Daily News 28/06
June 28, 2013 No. 536
Bakrie Group - Pemisahan menunggu pembayaran asset Berau
Manajemen Bumi Plc. (London) menyatakan proses pemisahan Bakrie Group dan PT Bumi Resources (BUMI) dari Bumi Plc memakan waktu yang lebih lama lagi karena menunggu pengembalian dana dari penyalahgunaan aset PT Berau Coal Energy (BRAU) senilai US$ 201 Juta. Tenggat waktu semula ditetapkan pada 30 Mei dan kemudian diperpanjang menjadi 26 Juni 2013. Bakrie Group menyatakan telah memiliki dana yang cukup untuk menyelesaikan transaksi tersebut. Bumi Plc juga telah menandatangani persetujuan penyelesaian dengan Rosan Roeslani yang akan mengembalikan dana senilai US$ 173 Juta kepada Bumi Plc. terkait alokasi dana US$ 201 Juta yang tidak jelas penggunaannya.
AALI - Statistik operasional 5M 2013
PT Astra Agro Lestari (AALI) membukukan kenaikan penjualan CPO dan kernel sebesar 22.7%Yoy dan 78.4%Yoy menjadi 641,707 ton dan 135,941 ton. Namun demikian harga rata-rata penjualan CPO dan kernel turun sebesar 18%Yoy dan 30.3%Yoy menjadi Rp 6,576/Kg dan Rp 2,874/Kg pada 5M 2013. Naiknya kinerja penjualan didukung oleh kenaikan produksi tandan buah segar sebesar 2.9%Yoy menjadi 2.03 juta ton dengan yield 8.54 ton/Ha pada 5M 2013 (yield 8.32 ton/Ha pada 5M 2012).
ICBP - Akuisisi Pepsi-Cola Indobeverages
PT Indofood CBP (ICBP) mengkonsolidasikan unit bisnis minuman non alkohol di Grup Salim yang dijalankan PT Pepsi-Cola Indobeverages. ICBP mengakuisisi Indobeverages melalui dua anak usaha ICBP, PT Indofood Asahi Sukses Beverage (IASB) dan PT Asahi Indofood Beverage Makmur (AIBM). IASB mengakuisisi sebanyak 15,000 saham Indobeverages sedangkan AIBM mengakuisisi 264.11 juta saham Indobeverages. Nilai total transaksi afiliasi tersebut mencapai US$ 30 Juta. Indobeverages merupakan perusahaan joint venture antara PT Gapura usahatama, unit usaha Grup Salim dengan Seven-Up Nederland BV, perusahaan afiliasi Pepsi Co Inc.
SMGR - Rencana akuisisi
PT Semen Indonesia (SMGR) berencana mengakuisisi perusahaan semen di Bangladesh dengan perkiraan investasi awal senilai Rp 300 Miliar. Rencana ekspansi Ke Bangladesh tidak sebesar ekspansi di Myanmar. Namun, Bangladesh menjadi tujuan investasi dikarenakan tingkat konsumsi semen di Bangladesh sekitar 30 juta ton per tahun. SMGR memilih akuisisi dengan pertimbangan efisiensi. Tapi jika diharuskan membangun pabrik baru kapasitas yang dihasilkan tidak akan lebih dari 1.5-1.8 juta ton. SMGR sedang mengkaji pilihan rencana akuisisi atau bermitra dengan perusahaan semen di Bangladesh.