Daily News 19/07
July 19, 2011 No. 55
ADHI - Kinerja 1H 2011
PT Adhi Karya (ADHI) mencatat penurunan pendapatan usaha sebesar 1.9% dari Rp 1.86 Triliun (1H 2010) menjadi Rp 1.83 Triliun (1H 2011) . Namun ADHI dapat menurukan beban pokok penjualan dan beban usaha sehingga perseroan mencatat peningkatan Laba Usaha sebesar 36.5% dari Rp 75.16 Miliar (1H 2010) menjadi Rp 102.56 Miliar (1H 2011). Pada sisi Laba bersih, ADHI mencatat penurunan sebesar 32.63% dari Rp 31.77 Miliar menjadi Rp 21.41 Miliar akibat meningkat nya beban lain-lain pada tahun ini serta laba selisih kurs yang signifikan pada tahun lalu.
BTPN - Kinerja 1H 2011
PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) membukukan kenaikan laba bersih 1H 2011 sebesar 63%Yoy menjadi Rp 585 Miliar Vs Rp 358.9 Miliar pada 1H 2010 lalu. Naiknya kinerja diakibatkan oleh kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 29.6%Yoy menjadi Rp 2.08 Triliun serta laba operasional sebesar 56.5%Yoy menjadi Rp 786.2 Miliar pada 1H 2011. Posisi CAR tercatat sebesar 21.13% pada 1H 2011 (16.65% pada 1H 2010) dengan NPL Gross 0.99% (0.87% pada 1H 2010), ROE 27.48% (34.29% pada 1H 2010), NIM 12.76% (14.49% pada 1H 2010), dan LDR 90.66% (89.78% pada 1H 2010).
ITMG - Proyeksi kinerja
PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) memperkirakan produksi batubara pada 2Q 2011 sebesar 5.8 juta ton dari target produksi 6.2 juta ton. Produksi tersebut tercatat naik 11.5% dari produksi 1Q 2011 sebanyak 5.2 juta ton. Manajemen menjelaskan melesetnya target produksi diakibatkan oleh masih tingginya curah hujan pada areal pertambangan. ITMG memperkirakan rata-rata harga penjualan batubara sekitar US$ 94 per ton tahun ini. Revenue model kami menggunakan asumsi penjualan batubara sebesar 25 juta ton tahun ini dengan harga rata-rata US$ 103 per ton tahun ini menghasilkan fair value Rp 60,636 per lembar saham (12.95% WACC dengan 5% long-term growth rate).
KIJA - Kebutuhan dana
PT Kawasan Industri Jababeka (KIJA) tengah mengkaji berbagai sumber pendanaan terkait kebutuhan dana untuk refinancing utang. KIJA tercatat memiliki utang US$ 40 Juta dari Bank CIMB Niaga yang akan jatuh tempo pada Oktober 2011. KIJA dikabarkan telah menunjuk PT Danareksa Sekuritas untuk menjadi underwriter rights issue, namun manajemen belum memberikan konfirmasi.
KKGI - Akuisisi oleh Energy Collier
Perusahaan dagang batubara Singapura, Energy Collier Pte Ltd., telah mengakuisisi 20.6% saham PT Resources Alam Indonesia (KKGI) dengan nilai Rp 1.07 Triliun yang dibeli dari Tektron Holdings (Rp5,200 per lembar) dan Explorer Investments (Rp 5,300 per lembar). Energy Collier saat ini memiliki total saham KKGI sebanyak 31.3%.