Daily News 20/07

July 20, 2011 No. 56
ANTM - Rencana pembangunan proyek Feronikel 

PT Aneka Tambang (ANTM) akan menetapkan financial arranger terkait rencana pembangunan proyek pabrik feronikel di Halmahera minggu ini. ANTM telah memilih Danareksa sebagai financial advisor. ANTM akan menggunakan kas internal sebesar 35% dari kebutuhan dana investasi pembangunan senilai US$ 1 Miliar. ANTM menargetkan pekerjaan fisik pembangunan pabrik tersebut dapat dimulai pada November 2011 yang ditargetkan selesai pada 2014. Sementara itu ANTM memperkirakan produksi emas belum mencapai target 2 ton pada 1H 2011 kendati penjualan emas mencapai 2.4 ton. Target produksi emas ditetapkan sebesar 3.8 ton dengan penjualan 7.8 ton tahun ini.
BMRI - Pertumbuhan kredit
PT Bank Mandiri (BMRI) membukukan kenaikan penyaluran pembiayaan sekitar 26%-27%Yoy pada 1H 2011 yang didukung oleh tingginya permintaan pembiayaan pada seluruh sektor. Pertumbuhan kredit tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata pertumbuhan pembiayaan bank umum sekitar 22.9%Yoy yang dicatat BI pada akhir Mei lalu.
BTEL - Perubahan rating outlook
Fitch Ratings melakukan revisi atas rating outlook PT Bakrie Telecom (BTEL), dari stable menjadi negative. Sementara itu peringkat utang long-term foreign currency dan long-term local currency perusahaan ditegaskan pada peringkat B. Analis Fitch menjelaskan bahwa outlook negative mencerminkan risiko kemungkinan rasio utang serta rasio cakupan bunga akan tetap melanggar pedoman peringkat negatif, terutama jika proyeksi pertumbuhan pendapatan 2011 tidak tercapai. Pertumbuhan pendapatan yang lebih rendah dari ekspektasi mengakibatkan rasio hutang bersih disesuaikan terhadap EBITDA naik menjadi 4.1x tahun lalu dari 3.6x pada 2009 lalu, diatas pedoman peringkat negatif 4.0x. Rasio cakupan dana dari pendapatan operasional terhadap bunga mengalami penurunan dari 3.9x menjadi 3.1x tahun lalu. Fitch mengingatkan bahwa peringkat dapat diturunkan jika rasio hutang bersih disesuaikan terhadap EBITDA tetap berada di atas 4x, dan rasio cakupan EBITDA operasional terhadap beban bunga kotor turun di bawah 2,5x selama dua tahun ke depan.
BUMI - Prediksi kinerja 2Q 2011
PT Bumi Resources (BUMI) memperkirakan produksi 2Q 2011 naik 7%Yoy menjadi 15 juta ton dibanding 1Q 2011 dengan ASP sebesar US$ 90/ton sementara itu BUMI akan meminta persetujuan RUPSLB bulan depan terkait rencana buyback saham serta izin penjualan saham anak perusahaan.
BWPT - Dapatkan pinjaman
Anak perusahaan PT BW Plantation (BWPT), PT Bumi Langgeng Perdanatrada (BLP), mendapat fasilitas pinjaman senilai Rp 40 Miliar dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Impor. Fasilitas tersebut memiliki tenor 12 bulan dengan tingkat suku bunga sekitar 10%. Dana tersebut akan digunakan untuk modal kerja untuk mengelola 7 perkebunan sawit di Kalimantan. Saat ini BWPT tercatat memiliki 93,000 Ha lahan sawit dimana 42,000 Ha diantaranya telah memiliki sertifikat hak guna usaha. Luas lahan tertanam mencapai 52,060 Ha pada akhir 2010 lalu dimana 93% diantaranya merupakan perkebunan inti. Saat ini luas areal tanaman menghasilkan baru seluas 15,270 Ha dengan rata-rata umur tanaman 9.8 tahun.
ITMG - Prediksi kinerja 2Q 2011
PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) memperkirakan produksi 2Q 2011 naik 5.8% menjadi 5.8 juta ton dibanding 1Q 2011, namun produksi tersebut masih dibawah target 6.2 juta ton. Produksi dibawah target tersebut diakibatkan karena curah hujan yang cukup tinggi terutama pada tambang PT Indomico Mandiri di Kalimatan Timur. ASP pada 2Q 2011 diperkirakan naik 5.7%Yoy menjadi US$ 92/ton. Perseroan memperikirakan ASP pada 4Q 2011 dapat mencapai US$ 94/ton.