Daily News 21/07
July 21, 2011 No. 57
ADMG & GJTL - Divestasi saham Polychem
PT Gajah Tunggal (GJTL) menjual 2.65% saham anak perusahaan, PT Polychem Indonesia (ADMG) sehingga kepemilikan GJTL atas ADMG turun menjadi 26.25% dari 28.9% sebelumnya. Penjualan saham tersebut merupakan bagian dari rencana penjualan seluruh saham ADMG yang dimiliki GJTL karena ADMG bukan merupakan bagian dari bisnis inti GJTL, dan beban kerugian ADMG membebani neraca perusahaan. Rencana divestasi saham ADMG telah diungkapkan sejak 2007 lalu. ADMG masih membukukan saldo defisit Rp 1.09 Triliun dalam laporan keuangan 1Q 2011.
BBTN - Kinerja 1H 2011
PT Bank Tabungan Negara (BBTN) membukukan kenaikan laba bersih 1H 2011 sebesar 13.7%Yoy menjadi Rp 480.5 Miliar Vs Rp 422.4 Miliar pada 1H 2010 lalu. Naiknya kinerja diakibatkan oleh kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 8.7%Yoy menjadi Rp 1.73 Triliun serta laba operasional sebesar 10.6%Yoy menjadi Rp 638 Miliar pada 1H 2011. Posisi CAR tercatat sebesar 15.85% pada 1H 2011 (18.89% pada 1H 2010) dengan NPL Gross 4.35% (4.11% pada 1H 2010), ROE 15.34% (15.4% pada 1H 2010), NIM 5.46% (6.02% pada 1H 2010), dan LDR 110.85% (116.29% pada 1H 2010).
BWPT - Proyeksi kinerja 1H 2011
Manajemen PT BW Plantations (BWPT) memperkirakan laba bersih 1H 2011 tumbuh di atas 80%Yoy seiring dengan kenaikan volume penjualan serta harga jual CPO. Volume penjualan diperkirakan naik diatas 40% Yoy sedangkan harga jual diperkirakan naik sekitar 10% hingga 15% Yoy.
BYAN - Penjualan saham oleh komisaris
Manajemen PT Bayan Resources (BYAN) melaporkan penjualan saham perusahaan yang dimiliki oleh komisarisnya, Dato’ Low Tuck Kwong, senilai total Rp 18.37 Miliar. Penjualan saham dilakukan dalam periode 11-15 Juli lalu pada kisaran harga Rp 23,475 hingga Rp 24,045 per lembar saham.
TLKM - Mitratel tingkatkan jumlah menara
PT Telkom Indonesia (TLKM) melalui anak usahanya, PT Dayamitra Telekomunikasi Indonesia (Mitratel), akan membangun 1,800 menara tahun ini dengan nilai investasi Rp 2.5 Triliun. Sumber pendanaan berasal dari hutang BRI senilai Rp 1 Triliun dan kas internal. TLKM juga berencana mengalihkan perawatan 16,000 menara milik Telkomsel kepada Mitratel, namun rencana tersebut harus dibicarakan terlebih dahulu dengan SingTel sebagai pemilik 35% saham Telkomsel. TLKM berencana melaksanakan IPO Mitratel pada tahun 2012.