Daily News 22/04
April 22, 2014 No. 731
ADHI - Kontrak baru 1Q 2014
PT Adhi Karya (ADHI) membukukan penurunan nilai kontrak baru 1Q 2014 sebesar 21.05%Yoy menjadi Rp 1.5 Triliun Vs Rp 1.9 Triliun pada periode yang sama tahun lalu. Pada akhir tahun ini, manajemen ADHI menargetkan dapat meraih kontrak baru senilai Rp 21 Triliun dengan proyek konstruksi ditargetkan berkontribusi hingga Rp 11 Triliun. sementara sisanya ditargetkan berasal dari bisnis properti, engineering procurement construction (EPC) dan precast serta bisnis anak usaha ADHI lainnya.
ASSA - Komitmen pinjaman
PT Adi Sarana Armada (ASSA) mendapat komitmen pinjaman senilai Rp 800 Miliar yang akan dialokasikan untuk mendukung belanja modal berupa penambahan armada sebanyak 4,000 unit kendaraan. Pinjaman akan berasal dari PT Bank Mandiri (BMRI) dan PT Bank Central Asia (BBCA). ASSA menargetkan total armada mencapai 15,150 unit pada akhir tahun ini, dimana per akhir Maret lalu ASSA tercatat memiliki armada sebanyak 13,600 unit kendaraan.
BSDE - Private placement dan ambil alih saham PLIN
PT Bumi Serpong Damai (BSDE) berencana akan menambah modal non-HMETD atau private placement. BSDE akan menerbitkan sebanyak 874.85 juta saham baru (5% saham). Harga pelaksanaan ditetapkan sebesar Rp 1,820 per saham, sehingga BSDE akan meraih dana sebesar 1.59 Triliun. Aksi korporasi ini telah disetujui pemegang saham pada RUPSLB 30 Mei 2013. Pelaksanaan non-HMETD dijadwalkan pada 28 April 2014 dan pencatatan 16 Mei 2014. BSDE telah membeli 922.76 juta saham (25.99% saham) PT Plaza Indonesia Realty (PLIN) senilai Rp 2,200 per saham, sehingga nilai transaksi mencapai Rp 2.03 Triliun. Dengan demikian saham BSDE pada PLIN bertambah menjadi 34.22% dari sebelumnya 8.23%. BSDE mengambil alih 25.99% saham PLIN dari PT Paraga Artamida, perusahaan milik Grup Sinarmas.
BTPN - Kinerja 1Q 2014
PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) membukukan penurunan laba bersih 1Q 2014 sebesar 8%Yoy menjadi Rp 493.26 Miliar Vs Rp 536 Miliar pada 1Q 2013 lalu. BTPN membukukan kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 4.1%Yoy menjadi Rp 1.73 Triliun pada 1Q 2014 namun kenaikan biaya menekan kinerja laba operasional yang turun 6.9%Yoy menjadi Rp 670.89 Miliar. Posisi CAR tercatat sebesar 23.99% pada 1Q 2014 (22.75% pada 1Q 2013) dengan NPL Gross tercatat sebesar 0.74% (0.66% pada 1Q 2013), ROE 20.27% (27.8% pada 1Q 2013), dan LDR 95.48% (88.16% pada 1Q 2013).
EXCL - Buyback saham
PT XL Axiata (EXCL) membeli kembali (buyback) saham sebanyak 231.11 juta saham (2.71% saham) dengan harga Rp 5,280 per saham, sehingga nilai transaksi mencapai Rp 1.22 Triliun. EXCL membeli kembali saham dari para pemegang saham yang menolak akuisisi dan merger antara EXCL dengan PT Axis Telekom Indonesia (Axis).