Daily News 24/04
April 24, 2014 No. 733
Sektor pertambangan mineral
Kementerian Keuangan tengah menyiapkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) terkait insentif pembangunan smelter. Rencananya pemerintah akan memberikan keringanan mengenai bea keluar (BK) mineral olahan dan memberikan insentif berupa tax allowance (keringanan pembayaran pajak). Fasilitas tersebut hanya diberikan kepada perusahaan yang serius membangun smelter. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengusulkan keringanan bea keluar maksimal 10%. Sedangkan bagi perusahaan yang pembangunan smelternya berjalan stagnan, bea keluar tetap dikenakan sesuai dengan PMK sebesar 20%-60%.
BBRI - Kinerja 1Q 2014
PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) membukukan kenaikan laba bersih 1Q 2014 sebesar 16.7%Yoy menjadi Rp 5.93 Triliun Vs Rp 5.08 Triliun pada 1Q 2013 lalu. Naiknya kinerja didukung oleh kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 25%Yoy menjadi Rp 12.4 Triliun pada 1Q 2014. BBRI mencatat kenaikan laba operasional sebesar 16.2%Yoy menjadi Rp 6.8 Triliun. Posisi CAR tercatat sebesar 18.27% pada 1Q 2014 (17.91% pada 1Q 2013) dengan NPL Gross tercatat sebesar 1.78% (1.97% pada 1Q 2013), ROE 30.95% (32.63% pada 1Q 2013), dan LDR 92.01% (89.62% pada 1Q 2013).
BBTN & BMRI - Sekertaris Kabinet minta rencana akuisisi ditunda
Sekertaris Kabinet (Seskab) telah mengirimkan surat kepada beberapa pejabat negara di Kementerian Perekonomian, Kementerian BUMN, Kemenkeu, PT Bank Mandiri (BMRI), dan PT Bank Tabungan Negara (BBTN) untuk menunda rencana akuisisi. Seskab meminta agar tidak ada publikasi dan pernyataan apapun terkait rencana merger dan akuisisi BBTN oleh BMRI. Pasal 9 PP N0. 43/2005 menyatakan penggabungan BUMN diusulkan oleh Menteri BUMN kepada PResiden setelah melalui kajian bersama dengan Menteri Keuangan.
EXCL - Pinjaman bank
PT XL Axiata (EXCL) mendapat fasilitas pinjaman senilai US$ 100 Juta dari The Royal Bank of Scotland Plc. (RBS) yang akan digunakan untuk pelunasan utang terkait akuisisi PT Axis Telekom Indonesia (Axis). Fasilitas tersebut tidak dijaminkan oleh aset perusahaan dan memiliki tenor 3 tahun. Nilai bersih (tanpa posisi utang) 100% saham Axis mencapai US$ 865 Juta. Saat ini posisi utang EXCL mencapai US$ 1.1 Miliar.
MDRN - Rencana ekspansi gerai 7-Eleven
PT Modern Internasional (MDRN) berencana membangun sebanyak 2,000-2,500 gerai waralaba 7-Eleven di Jabodetabek dalam 10 tahun ke depan dengan nilai investasi diperkirakan mencapai Rp 7.5 Triliun. Secara rata-rata nilai investasi untuk pembangunan satu unit berkisar Rp 1.5 Miliar-Rp 3 Miliar. Sekitar 50% dana investasi akan berasal dari ekuitas. Sisanya 30% dari pinjaman bank dan 20% dari kas internal. Saat ini, MDRN memiliki 161 gerai dan rencananya pada tahun ini dan tahun depan, MDRN akan membangun 200 gerai.