Daily News 05/06

June 05, 2014 No. 759
Plantation Sector - El Nino mulai merata di bulan Juli

Kepala Pusat Perubahan Iklim dan Kualitas Udara BMKG memperkirakan probabilitas terjadinya El Nino telah menembus 70%. Pada bulan Juli 2014 El Nino telah merata ke seluruh wilayah Indonesia. Produksi sawit diperkirakan menurun sekitar 10% hingga 55% sebagai dampak negatif El Nino dengan kemungkinan terburuk pada daerah Lampung. Pohon kelapa sawit yang paling rentan terkena dampak adalah pohon yang berusia diatas 10 tahun. Tanaman belum menghasilkan (usia 0-10 tahun) tidak terlalu berdampak, namun berpotensi mengalami kemunduran panen pertama. Direktur Pusat Penelitian Kelapa Sawit Indonesia mengingatkan pengelola kebun untuk waspada apabila lahan sawit tidak terkena hujan selama 21 hari karena tanaman tersebut membutuhkan air sepanjang tahun.
IPO - Chitose
PT Chitose International akan melaksanakan penawaran perdana (initial public offering / IPO) dengan menjual 300 juta lembar saham atau setara dengan 30% modal disetor. Hasil dana IPO yang ditargetkan kurang dari Rp 1 Triliun akan digunakan untuk menambah kapasitas pabrik lama, menambah varian produk membangun pabrik baru membeli mesin dan perlengkapan pabrik, membangun flagship shop dan pembelian bahan baku.
SCCO - Target pendapatan
PT Supreme Cable Manufacturing & Commerce (SCCO) menargetkan pendapatan sebesar Rp 3.8 Triliun tahun ini, naik tipis dari Rp 3.75 Triliun pada 2013 lalu, akibat ketatnya persaingan. SCCO menargetkan produksi kabel tembaga sebesar 28,000 ton dan kabel alumunium sebesar 10,000 ton. Produksi akan mulai meningkat tahun depan seiring beroperasinya pabrik baru di Balaraja (Tangerang). Manajemen memperkirakan laba bersih tahun ini naik menjadi Rp 150 Miliar Vs Rp 104.6 Miliar tahun lalu.
UNVR - Peningkatan Capex
PT Unilever Indonesia (UNVR) meningkatkan anggaran capex tahun ini dari Rp 1 Triliun menjadi Rp 1.4 Triliun untuk meningkatkan kapasitas produksi dan menambah keberagaman produk. Sementara itu laba bersih UNVR turun 5% yoy selama 1Q 2014 menjadi Rp 1.36 Triliun dari Rp 1.43 Triliun pada 1Q 2013 walaupun penjualan meningkat 15.2% menjadi Rp 8.7 Triliun.