Daily News 06/06

June 06, 2014 No. 760
IPO - RS Mitra Keluarga

RS Mitra Keluarga (RSMK) unit usaha dari Kalbe Group akan menyelenggarakan penawaran perdana (initial public offering / IPO) pada akhir 2014 atau awal 2015. RSMK menargetkan meraih dana senilai US$ 300 juta yang akan digunakan untuk menambah jumlah RS mencapai 25 unit dari saat ini 12 unit.
ENRG - Refinancing utang
PT Energi Mega Persada (ENRG) tengah mengkaji rencana refinancing utang senilai US$ 166.1 Juta yang akan jatuh tempo dalam satu tahun kedepan. Tahun lalu ENRG telah berhasil melakukan refinancing atas utang senilai US$ 203 Juta yang membayarkan bunga hingga 20% menjadi utang dengan bunga 6% per tahun. ENRG tercatat memiliki utang senilai US$ 102 Juta kepada Pro Strategic Investors Ltd. yang akan jatuh tempo pada 17 Oktober 2014. ENRG juga memiliki utang senilai US$ 61.9 Juta kepada PST Finance Ltd. yang jatuh tempo pada 13 Mei lalu, namun kedua pihak sepakat memperpanjang jatuh tempo hingga 15 Juni 2014.
MDLN - Rencana Ekspansi dan Right Issue
PT. Modernland Realty (MDLN) berencana membeli lahan dengan total luas 900 ha pada 2 lokasi berbeda dengan total nilai Rp. 1.3 Triliun. Perseroan akan membeli 600 ha lahan di Cikande untuk perluasan kawasan industri dan 300 ha di timur Jakarta. Perseroan akan menambah modal melalui right issue dengan penerbitan saham baru sebanyak 1.25 juta unit dan harga pelaksanaan Rp. 443 per saham sehingga total dana yang diraih mencapai Rp. 555 miliar.
TRAM - Default Note
International Finance Corporation (IFC) mengeluarkan surat pemeberitahuan gagal bayar (default note) dengan hutang pokok senilai US$ 30.57 juta dan tunggakan bunga serta biaya lainnya senilai US$ 774.3 ribu kepada PT. Trada Maritime (TRAM). Perseroan meminjam dana dari IFC senilai total US$ 35 juta yang digunakan untuk memodifikasi kapal Floating Storage Offloading (FSO) Lentera Bangsa yang kemudian disewakan kepada CNOCC SES pada Agustus 2009. Kapal Lentera Bangsa mengalami kebakaran mesin pada September 2011 dan sampai saat ini belum dapat diopeasikan. Perseroan menunggu klaim asuransi untuk membayar hutang tersebut.
WINS - Kontrak baru
PT Wintermar Offshore Marine (WINS) berhasil membukukan kontrak senilai US$ 100.2 Juta pada 5M 2014, lebih rendah dibandingkan dengan pencapaian US$ 110 Juta pada akhir Maret lalu. Turunnya kontrak diakibatkan tertundanya pengambilan keputusan beberapa kontrak migas seiring ditemukannya dugaan korupsi pada salah satu lembaga pemerintahan. Saat ini WINS mengerjakan kontrak jangka pendek dan diharapkan mendapat kontrak jangka panjang setelah proses pemilu selesai. Tahun ini WINS mengalokasikan dana belanja modal senilai US$ 65 Juta untuk menambah 5 armada baru.