Daily News 19/08
August 19, 2011 No. 78
APLN - Emisi obligasi
PT Agung Podomoro Land (APLN) telah mendapat pernyataan efektif dari Bapepam-LK terkait rencana emisi obligasi senilai total Rp 1.2 Triliun. Obligasi tersebut terdiri dari seri A senilai Rp 325 Miliar dengan tenor 3 tahun dan tingkat bunga 10% serta seri B senilai Rp 875 Miliar dengan tenor 5 tahun dan tingkat bunga 11%. Pefindo member peringkat A dengan outlook stabil terhadap rencana emisi obligasi APLN. Seluruh dana emisi obligasi akan dialokasikan untuk pengembangan usaha berupa akuisisi proyek properti di Jakarta, Bali dan/atau Bogor.
BRMS - Kinerja 1H 2011
PT Bumi Resources Minerals (BRMS) mencatat kenaikan laba bersih sebesar 96.82% yoy dari Rp 174.68 Miliar menjadi Rp 343.81 Miliar pada 1H 2011. Pendapatan meningkat 7.13% yoy dari Rp 62.77 Miliar menjadi Rp 67.25 Miliar yang diakibatkan kenaikan harga jual emas walaupun produksi emas dan tembaga PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) mengalami penurunan. NNT saat ini memproduksi emas dan tembaga dari 5 wilayah yang sudah melampaui masa produktifnya dan juga dari cadangan yang tersedia dengan kualitas yang lebih rendah. Keterlambatan pengembangan fase 6 dari tambang batu hijau menyebabkan penurunan produksi.
BUMI - Kinerja 1H 2011
PT Bumi Recources (BUMI) mencatat kenaikan laba bersih sebesar 8.76% yoy dari US$ 252.26 Juta menjadi US$ 274.37 Juta pada 1H 2011. Pendapatan perusahaan meningkat 24.31% yoy dari US$ 1.44 Miliar menjadi US$ 1.79 Miliar yang diakibatkan kenaikan harga jual rata-rata sebesar 36.07% yoy menjadi US$ 91.3 / ton walaupun volume penjualan turun 5.48% menjadi 29.3 juta ton.
BYAN - Pembelian kapal
PT Bayan Resources (BYAN) aakan membeli satu unit kapal senilai US$ 55.4 Juta yang akan digunakan untuk terminal pengiriman mengambang. BYAN telah menandatangani jual beli kapal dengan Favor Sum yang akan dibuat di Dalian, RRT. Kapal tersebut akan dikirim pada 4Q 2012.
PTBA - Rencana pembangunan rel ganda
PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) menargetkan ground breaking proyek jalur rel ganda Tanjung Enim (Sumatera Selatan) ? Srengsem (Lampung) sepanjang 307 Km dapat dilaksanakan pada Oktober 2011. Jalur rel ganda tersebut diharapkan selesai pada akhir 2014 dan diharapkan dapat meningkatkan kapasitas angkut batubara menjadi 25 juta ton per tahun. Proyek tersebut akan dikerjakan oleh konsorsium Bukit Asam Transpacific Railway (BATR) yang terdiri dari PTBA (10%), PT Transpacific Railway (80%), dan China Railway Engineering Corporation (10%). PTBA tengah mengkaji membeli 10% saham BATR senilai US$ 320 Juta dari Rajawali Corporation, pemilik PT Transpacific Railway.