Daily News 22/08
August 22, 2011 No. 79
BDMN - Rencana rights issue
PT Bank Danamon (BDMN) berencana menerbitkan 1.16 miliar lembar saham baru melalui rights issue dengan rasio 1,000 : 138 pada harga penawaran Rp 4,300 per lembar saham. Dengan demikian BDMN menargetkan perolehan dana mencapai Rp 4.99 Triliun yang seluruhnya akan dialokasikan untuk mendukung penyaluran kredit pada sektor UMKM dan sektor pembiayaan otomotif. Manajemen BDMN memperkirakan mendapat pernyataan efektif dari Bapepam-LK pada 23 Agustus 2011 serta persetujuan RUPSLB pada 24 Agustus.
BNBR - Kinerja 1H 2011
PT Bakrie & Brothers (BNBR) membukukan laba bersih Rp 45.5 Miliar pada 1H 2011 Vs rugi bersih Rp 171.5 Miliar pada 1H 2010 lalu. Naiknya kinerja diakibatkan oleh kegiatan investasi serta penghapusan bunga karena program percepatan pelunasan hutang. Pendapatan BNBR naik menjadi Rp 6.48 Triliun pada 1H 2011 Vs Rp 6 Triliun pada 1H 2010. Naiknya beban pokok pendapatan membuat laba kotor turun menjadi Rp 1.93 Triliun Vs Rp 2.04 Triliun pada 1H 2010 lalu. BNBR mencatat penurunan laba operasi sebesar 41.7%Yoy menjadi Rp 296.62 Miliar Vs Rp 508.76 Miliar pada 1H 2010.
EXCL - Tingkatkan belanja modal
PT XL Axiata (EXCL) meningkatkan alokasi belanja modal (capex) tahun ini senilai US$ 300 Juta hingga menjadi US$ 850 Juta. Sekitar 40% dari tambahan capex tersebut akan digunakan untuk meningkatkan jaringan data. Pendapatan dari layanan data memberikan kontribusi yang cukup baik dari 15% total pendapatan tahun lalu menjadi 21% pada awal tahun ini.
INCO - Rencana investasi
PT International Nickel Indonesia (INCO) berencana menambah kapasitas produksi dari 72,500 ton saat ini menjadi 120,000 ton pada tahun 2016. INCO membutuhkan dana senilai US$ 1.5 miiar dalam 5 tahun untuk rencana tersebut. INCO akan membangun ulang dan menambah jumlah tanur serta mengembangkan Blok Bahodopi di Sulawesi dalam meningkatkan kapasitas produksi tersebut.
SMGR - Pembangunan pabrik di Papua
PT Semen Gresik (SMGR) berencana membangun pabrik di Papua dengan kapasitas 600,000 ton per tahun dengan nilai investasi senilai US$ 150 Juta. Pembangunan pabrik semen di Papua membutuhkan biaya yang lebih besar dibandingkan daerah lain. Jika untuk membangun pabrik sebesar 1 juta ton membutuhkan US$ 150 Juta, pembangunan pabrik di Papua membutuhkan biaya US$ 250 Juta. Pertumbuhan penjualan semen di Papua dan sekitarnya diharapkan lebih tinggi dibandingkan di daerah lain.
WOMF - Kinerja 1H 2011
PT Wahana Ottomitra Multiartha (WOMF) membukukan penurunan signifikan atas laba bersih 1H 2011 menjadi Rp 692 Juta Vs Rp 85.2 Miliar pada 1H 2010 lalu kendati membukukan kenaikan pendapatan sebesar 10.4%Yoy menjadi Rp 782.35 Miliar Vs Rp 708.85 Miliar pada 1H 2010 lalu. Turunnya kinerja terutama diakibatkan oleh kenaikan beban pendapatan sebesar 31.7%Yoy menjadi Rp 777.94 Miliar pada 1H 2011.