Daily News 23/08
August 23, 2011 No. 80
Plantation Sector - Bea Keluar CPO
Kementrian Perdagangan menetapkan tariff bea keluar (BK) produk CPO sebesar 15% untuk pengiriman September 2011 karena harga referensi bulan Agustus tercatat sebesar US$ 1,085.14 per ton. Pemerintah menetapkan tariff BK 15% untuk pengiriman Agustus.
BUMI - Rencana buyback saham
PT Bumi Resources (BUMI) berencana melakukan buyback atas sebanyak-banyaknya 780 juta lembar saham beredar (3.75% saham) dengan alokasi dana maksimal senilai Rp 3.9 Triliun (Rp 5,000 per lembar saham). Rencana tersebut menunggu persetujuan RUPSLB pada 26 September 2011. Transaksi buyback saham akan dilakukan melalui PT Danatama Makmur.
KBRI - Rencana non-preemptive rights
PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia (KBRI) berencana menerbitkan 774.88 juta lembar saham baru (9.79% saham) tanpa HMETD (non-preemptive rights) pada harga Rp 67 per lembar saham (total dana Rp 51.9 Miliar). PT Wahyu Berkat Abadi (WBA) akan menyerap saham baru KBRI. Rencana tersebut merupakan bagian dari restrukturisasi utang kepada WBA dan perlu mendapat persetujuan RUPSLB pada 21 September 2011.
LSIP - Kinerja 1H 2011
PT London Sumatra Indonesia (LSIP) membukukan kenaikan laba bersih 1H 2011 sebesar 112.1%Yoy menjadi Rp 886.25 Miliar Vs Rp 417.78 Miliar pada 1H 2010 lalu. Naiknya kinerja didukung oleh kenaikan penjualan sebesar 52.1%Yoy menjadi Rp 2.38 Triliun pada 1H 2011. Beban pokok penjualan tercatat naik sebesar 36.9%Yoy sehingga laba operasi tercatat naik 92.1%Yoy menjadi Rp 1.06 Triliun Vs Rp 550.18 Miliar pada 1H 2010 lalu.
MIRA - Bapepam-LK periksa pembeli Apexindo
Bapepam-LK tengah melakukan pendalaman informasi terkait identitas investor pembeli saham PT Apexindo Pratama Duta dari PT Mitra International Resources (MIRA). Pada 28 Juni lalu, MIRA menjual 93.35% saham anak perusahaan, Sabre System International, kepada Tuscany Investment Group Ltd. senilai US$ 40 Juta. Tuscany juga mengambilalih utang senilai US$ 659.86 Juta. Pemeriksaan transaksi oleh Bapepam-LK dikarenakan nilai penjualan Apexindo mencapai 94.05% asset MIRA. Perdagangan saham MIRA telah dihentikan sejak 30 Juni lalu karena laporan keuangan yang dipublikasikan mendapat opini disclaimer dari akuntan public dalam 2 tahun berturut-turut.