Daily News 25/08

August 25, 2011 No. 82
BDMN - Persetujuan rights issue

PT Bank Danamon (BDMN) mendapat persetujuan RUPSLB untuk menerbitkan 1.16 miliar lembar saham baru melalui mekanisme rights issue. BDMN akan menawarkan saham baru pada harga Rp 4,300 per lembar dengan rasio 1,000 : 138. Seluruh dana hasil rights issue senilai Rp 4.99 Triliun akan dialokasikan untuk mendukung pertumbuhan dalam 3 tahun kedepan. Cum rights ditetapkan pada 7 September 2011.
CPIN - Pinjaman bank
PT Charoen Pokphand (CPIN) tengah mengkaji pencarian pinjaman senilai US$ 200 Juta dari Bank Mandiri (BMRI), Bank Central Asia (BBCA), Citigroup, dan DBS Bank. Pinjaman tersebut terdiri dari hutang senilai US$ 100 Juta bertenor 5 tahun, dan sisanya bertenor 3 tahun yang dapat diperpanjang selama 2 tahun. Pinjaman bank tersebut akan digunakan untuk refinancing dan belanja modal. CPIN membutuhkan capex senilai Rp 1.5 Triliun untuk pengembangan bisnis pakan ternak, anak ayam usia sehari, serta daging ayam olahan.
INDY & PTRO - Refloat saham
PT Indika Energy (INDY) dalam beberapa hari ke depan akan menjual saham ke publik (refloat) sebagai pemenuhan ketentuan Bapepam mengenai pemgambilalihan perusahaan terbuka. Saham yang akan dijual minimum sebesar 20% dari total saham beredar. Rencana awal INDY akan melakukan stock split 1:10 sehingga harga saham dapat lebih terjangkau oleh banyak investor sehingga akan lebih memudahkan refloating.
INTA - Rencana akuisisi tambang
Manajemen PT Intraco Penta (INTA) mengalokasikan dana akuisisi tambang batubara mencapai US$ 200 Juta, setara dengan kapitalisasi pasar saat ini. INTA merupakan distributor alat berat merek Volvo, Bobcat, Mahindra Tractors, dan Sinotruk, berencana memasuki Bisnis hilir yaitu pertambangan batubara. Kebutuhan dana akuisisi akan berasal dari hasil rights issue yang masih dalam tahap kajian manajemen.
TINS - Kinerja 1H 2011
PT Timah (TINS) membukukan kenaikan laba bersih 1H 2011 sebesar 118.5%Yoy menjadi Rp 684.84 Miliar Vs Rp 313.48 Miliar pada 1H 2010 lalu. Naiknya kinerja didukung oleh kenaikan pendapatan sebesar 28.8%Yoy menjadi Rp 4.83 Triliun Vs Rp 3.75 Triliun pada 1H 2010. TINS membukukan kenaikan laba operasional sebesar 133.4%Yoy menjadi Rp 929.97 Miliar pada 1H 2011.