Daily News 26/08

August 26, 2011 No. 83
BTEL - Kaji Opsi Pendanaan

PT. Bakrie Telecom (BTEL) sedang mengkaji beberap opsi pendanaan seperti emis obligasi serta vendor financing yang akan digunakan untuk refinancing hutang senilai Rp. 650 miliar dan pembiayaan capex senilai US$ 150-180 juta.
IMAS & MASA - Tambah Kepemilikan
PT Indomobil Sukses Internasional (IMAS), melalui anak usahanya PT. Central Sole Agency (CSA), menambah kepemilikan saham pada PT. Mutistrada Arah Sarana (MASA) sebesar 1.1% (67.4 juta saham) pada kisaran harga Rp. 465-550 / saham. Dengan demikian CSA memiliki saham MASA sebesar 10.9% dari sebelumnya 9.8%.
PGAS - Kinerja 1H 2011
PT. Perusahaan Gas Negara (PGAS) mencatat penurunan pendapatan sebesar 1.22% yoy menjadi Rp. 9.41 triliun pada 1H 2011 sehingga laba operasi perusahaan mengalami penurunan 3.18% pada periode yang sama menjadi Rp. 4.05 triliun.Walaupun demikian, PGAS mencatat kenaikan laba bersih sebesar 2.19% menjadi Rp. 3.15 triliun karena beban pajak yang lebih rendah serta total kerugian komprehensif lain yang lebih rendah dibanding tahun lalu.
TINS - Kinerja 1H 2011
PT Timah (TINS) mencatat kenaikan pendapatan pada 1H 2011 sebesar 108.8% menjadi Rp. 7.83 triliun dari Rp. 3.75 triliun sehingga mendorong pertumbuhan laba bersih sebesar 114% dari Rp. 322 miliar menjadi Rp. 689 miliar. Peningkatan pendapatan tersebut karena harga jual rata-rata meningkat sebesar 69% dari US$ 17,592 / ton menjadi US$ 29,541 / ton walaupun volume penjualan turun 11.6% menjadi 17,547 ton.
UNSP - Kinerja 1H 2011
PT. Bakrie Sumatera Plantation (UNSP) mencatat pertumbuhan pendapatan yang cukup signifikan pada 1H 2011 yakni sebesar 103% yoy menjadi Rp. 2.30 triliun sehingga dapat mendorong pertumbuahn laba operasi sebesar 101% menjadi Rp. 654.1 miliar. Net profit margin meningkat dari 6.62% menjadi 9.52% sehingga laba bersih perseroan tumbuh sebesar 191% menjadi Rp. 219.3 miliar. Sementara itu UNSP mendapatkan hutang sindikasi bank senilai US$ 190 juta dari kebutuhan hutang senilai US$ 250 juta. Hutang banki tersebut akan digunakan unutk melunasi hutang lama dan obligasi US$ yang bernilai 160 juta yag memiliki jatuh tempo November tahun ini.