Daily News 16/12
December 16, 2014 No. 892
JSMR - Belanja modal
PT Jasa Marga (JSMR) mengalokasikan dana belanja modal tahun depan sebesar Rp 3.85 Triliun, turun 28.7% dari alokasi Rp 5.4 Triliun tahun ini, seiring selesainya sebagian besar proyek baru. Tahun depan JSMR hanya akan memulai satu pembangunan jalan tol Medan - Kuala Namu - Tebing Tinggi yang merupakan kerjasama empat perusahaan BUMN. JSMR memegang porsi 55% dalam proyek tersebut. Dari total dana belanja modal sekitar Rp 2.46 Triliun dialokasikan untuk membiayai jalan tol, Rp 1.14 Triliun untuk operasional, dan senilai Rp 250 Miliar untuk bisnis lain. Pendanaan belanja modal berasal dari kas internal Rp 2.85 Triliun kemudian Rp 1 Triliun dari ekternal.
SUGI - Finalisasi pinjaman
PT Sugih Energy (SUGI) tengah memfinalisasi pinjaman senilai US$ 150 Juta atau sekitar Rp 1.9 Triliun yang ditargetkan dapat diperoleh pada 1Q 2015. Fasilitas pinjaman berupa reserve based lending (RBL) tersebut akan bertenor lima tahun dengan tingkat suku bunga sebesar LIBOR+5.5%. Dana pinjaman akan digunakan untuk pengembangan blok-blok migas. Saat ini SUGI memiliki tiga blok migas yang tersebar di Sumatera Selatan, yaitu di Lemang, Selat Panjang, dan Kaliyani
WIKA - Belanja modal
PT Wijaya Karya (WIKA) mengalokasikan dana belanja modal Rp 1.1 Triliun tahun depan, dimana Rp 400 Miliar berasal dari pinjaman bank, Rp 220 Miliar dari kas internal dan sisanya berasal dari perolehan laba bersih yang ditargetkan mencapai Rp 600 Miliar tahun. WIKA berencana menggunakan belanja modal untuk mendanai berbagai proyek dan mendanai modal anak usaha.
WSKT - Rencana rights issue
Manajemen PT Waskita Karya (WSKT) tengah mengkaji opsi rights issue untuk menerbitkan hingga 15% saham tahun depan. Rencana tersebut telah diajukan kepada Menteri BUMN. Pemerintah tercatat memiliki 67.5% saham WSKT. Perusahaan juga dikabarkan akan segera menerbitkan obligasi berkelanjutan I tahap II senilai Rp 1.5 Triliun tahun depan, merupakan bagian dari obligasi berkelanjutan I senilai total Rp 2 Triliun. WSKT mengalokasikan dana belanja modal Rp 1.8 Triliun tahun depan dimana 50% diantaranya berasal dari hasil emisi obligasi dan sisanya dari pinjaman bank.