Daily News 04/03

March 04, 2015 No. 943
BTPN - Suntikan modal

PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) mendapat suntikan modal induk perusahaan senilai total US$ 300 Juta. Anak perusahaan World Bank, International Finance Corporation (IFC) menyediakan dana US$ 75 Juta dan Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) menyiapkan dana US$ 225 Juta untuk mendukung permodalan BTPN.
CKRA - Rencana rights issue
PT Cakra Mineral (CKRA) berencana menerbitkan saham baru dengan menerbitkan HMETD (rights issue) senilai US$ 100 Juta. Dana hasil rights issue akan digunakan untuk mengakuisisi seluruh saham Cokal Limited (Australia). CKRA telah mengajukan proposal akuisisi pada 27 Februari lalu. Cokal adalah produsen coking coal (batubara kokas) dengan nilai asset sekitar AUD 68.96 Juta. Produksi Cokal diharapkan dapat memasok kebutuhan kokas smelter. CKRA tengah membangun smelter feronikel senilai US$ 68 Juta di Konawe (Sulawesi Tenggara) dengan kapasitas 42,000 ton per tahun dan smelter pig iron senilai US$ 35 Juta di Langkat (Sumatra Utara) dengan kapasitas 200,000 ton per tahun.
LEAD - Rencana buy back saham
PT Logindo Samuderamakmur (LEAD) berencana membeli kembali (buyback) maksimum 32.5 juta lembar saham atau (5.04% dari modal ditempatkan dan disetor penuh) dalam waktu 18 bulan kedepan. Rencana tersebut menunggu persetujuan RUPSLB yang dijadwalkan pada 30 Maret 2015. LEAD akan menyiapkan dana maksimal sebesar US$ 5 Juta untuk melakukan aksi buy back.
MPPA - Kinerja FY 2014
PT Matahari Putra Prima (MPPA) membukukan kenaikan laba bersih 2014 sebesar 25% Yoy menjadi Rp 554 Miliar Vs Rp 444.9 Miliar pada 2013 lalu. Naiknya kinerja didukung oleh kenaikan pendapatan sebesar 14% menjadi Rp 13.5 Triliun tahun lalu. Laba operasi tercatat naik 21% Yoy menjadi Rp 711.6 Miliar.
PTBA - Kinerja FY 2014
PT Bukit Asam (PTBA) membukukan kenaikan laba bersih 2014 sebesar 10.4%Yoy menjadi Rp 2.02 Triliun Vs Rp 1.85 Triliun tahun lalu. Naiknya kinerja didukung oleh kenaikan penjualan sebesar 16.7%Yoy menjadi Rp 13.07 Triliun. Laba operasi tercatat naik 7.3%Yoy menjadi Rp 2.31 Triliun.
ROTI - Rencana emisi obligasi
PT Nippon Indosari Corpindo (ROTI) berencana menerbitkan obligasi berkelanjutan I tahap II senilai Rp 500 Miliar pada 1Q 2015. Obligasi tersebut memiliki bunga 10% per tahun dengan tenor lima tahun. ROTI akan menggunakan 68% atau Rp 340 Miliar untuk membayar pinjaman kepada PT Bank Central Asia (BBCA) sementara sisanya 32% atau Rp 160 Miliar dialokasikan untuk meningkatkan kapasitas pabrik dengan merenovasi gedung serta overhaul mesin pembuat roti dan pendukung lainnya.