Daily News 05/03

March 05, 2015 No. 944
AISA - Rencana ekspansi

PT Tiga Pilar Sejahtera Food (AISA) menargetkan dapat menguasai pangsa pasar beras sebesar 5% dari kebutuhan beras nasional pada tahun 2020. Untuk itu maka AISA menargetkan kapasitas produksi sebesar 2 juta ton per tahun yang akan dicapai oleh pengoperasian 17 pabrik. AISA berencana membangun 11 pabrik baru dengan kebutuhan dana mencapai Rp 7 Triliun. Saat ini AISA telah memiliki 4 pabrik dan tengah membangun 2 pabrik baru.
CNKO - Proyek pembangkit listrik diberhentikan sementara
PT Exploitasi Energi Indonesia (CNKO) menghentikan sementara pembangunan dua proyek pembangkit listrik dikarenakan kenaikan biaya investasi. Biaya pembangunan proyek yang melambung menyebabkan kreditur menunda pinjaman. Kreditur kedua proyek pembangkit listrik CNKO adalah PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dengan porsi pinjaman setara 65% dari total nilai proyek. Awalnya, Estimasi nilai PLTU CNKO yang berlokasi di Rengat, Riau sebesar Rp 104.09 Miliar dan PLTU di Tembilahan awalnya diperkirakan Rp 50.69 Miliar. Namun, biaya pembangunan kedua proyek telah menghabiskan Rp 144.67 Miliar.
KAEF - Kinerja FY 2014
PT Kimia Farma (KAEF) membukukan kenaikan laba bersih 2014 sebesar 9.4%Yoy menjadi Rp 236.53 Miliar Vs Rp 215.64 Miliar pada tahun 2013 lalu. Naiknya kinerja didukung oleh kenaikan penjualan sebesar 4%Yoy menjadi Rp 4.52 Triliun tahun lalu. Laba operasi tercatat naik 10.5%Yoy menjadi Rp 342.48 Miliar.
TINS - Kinerja FY 2014
PT Timah (TINS) membukukan kenaikan laba bersih 2014 sebesar 9.9%Yoy menjadi Rp 637.96 Miliar Vs Rp 580.54 Miliar pada tahun 2013 lalu. Naiknya kinerja didukung oleh kenaikan pendapatan usaha sebesar 26%Yoy menjadi Rp 7.37 Triliun tahun lalu. Pada tahun lalu, TINS meningkatkan volume penjualan menjadi 26,907 ton dibandingkan 23,237 ton pada 2013.
WSKT - 10 Proyek bendungan
PT Waskita Karya (WSKT) menargetkan mengerjakan 10 kontrak proyek bendungan tahun ini. Saat ini WSKT telah memiliki 4 kontrak proyek senilai Rp 1.69 Triliun. Keempat proyek bendungan yang sedang dikerjakan perseroan, yaitu Waduk Gondang (Jawa Tengah) senilai Rp 561 Miliar, Batang Sinarmar (Padang, Sumatera Barat) senilai Rp 266 Miliar, Tritip (Balikpapan, Kalimantan) senilai 266 Miliar, dan bendungan Raknamo (Kupang, NTT) senilai 646 Miliar. Pembiayaan proyek bendungan akan mengandalkan kas internal perseroan.