Daily News 16/03

March 16, 2015 No. 957
LEAD - Rencana stock split dan buyback

PT Logindo Samudramakmur (LEAD) berencana melakukan pembelian saham kembali (buyback) dan memecah nilai nominal saham (stock split). LEAD berencana stock split dengan rasio 1:4. Setelah stock split, LEAD akan melakukan buybacak saham maksimal 32.5 juta saham (5.05% saham) secara bertahap dalam waktu 18 bulan ke depan. Dalam kedua aksi korporasi ini, LEAD akan meminta izin para pemegang saham terlebih daulu pada 30 Maret 2015. LEAD menganggarkan US$ 5 Juta untuk aksi buyback tersebut.
RAJA - Fasilitas pinjaman
PT Rukun Raharja (RAJA) meraih pendanaan fasilitas kredit senilai US$ 70 Juta dari perbankan The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited (HSBC). Pinjaman bertenor lima tahun dan RAJA akan menggunakan dana tersebut untuk membayar sebagian utang perbankan dan belanja modal beberapa anak usaha. RAJA menganggarkan belanja modal senilai US$ 40 Juta untuk mendukung pembangunan pipa gas di wilayah Gresik, Jawa Timur sepanjang 20 Km dengan nilai proyek mencapai US$ 23 Juta.
TOTL - Kinerja FY 2014
PT Total Bangun Persada (TOTL) membukukan penurunan laba bersih 2014 sebesar 23.2%Yoy menjadi Rp 163.75 Miliar Vs Rp 213.17 Miliar pada 2013 lalu. Turunnya kinerja diakibatkan oleh penurunan pendapatan sebesar 7.9%Yoy menjadi Rp 2.1 Triliun tahun lalu. TOTL membukukan penurunan laba kotor setelah proyek KSO sebesar 25%Yoy menjadi Rp 330.14 Miliar tahun lalu.
WTON - Target penjualan
PT Wijaya Karya Beton (WTON) menargetkan penjualan tahun ini sebesar Rp 4 Triliun, naik 22% dibandingkan penjualan tahun lalu sebesar Rp 3.27 Triliun. Untuk mendukung target tersebut WTON membidik kontrak baru dari infrastruktur pemerintah seperti pembangunan tol laut, pelabuhan, jalan tol, pertambangan, properti dan PLTU senilai Rp 4 Triliun tumbuh 17,6% dari tahun lalu senilai Rp 3.4 Triliun dengan kontrak carry over senilai Rp 1 Trilun, dengan demikian total kontrak perseroan tahun 2015 mencapai Rp 5 Trilun. Dengan kenaikan penjualan tersebut perseroan mengharapkan laba bersih naik menjadi Rp 360 Miliar.