Daily News 13/03
March 13, 2015 No. 956
Infrastructure Sector - PPN Jalan Tol
Pemerintah akan memulai mengenakan pajak pertambahan nilai (PPN) jasa jalan tol sebesar 10% per 1 April 2015. Dengan demikian pengusaha jalan tol wajib melaporkan badan usahanya untuk dikukuhkan sebagai pengusaha kena pajak (PKP) yang berkewajiban memungut, menyetor, dan melaporkan PPN terutang.
IPO - PT Mitra Keluarga Karyasehat
PT Mitra Keluarga Karyasehat (MKK) telah memperoleh pernyataan efektif terkait rencana IPO untuk menjual 261.9 juta lembar saham (18% saham). Dengan harga penawaran Rp 17,000 per lembar saham maka total perolehan dana mencapai Rp 4.45 Triliun. Sekitar 56% dana hasil IPO akan digunakan untuk membangun rumah sakit baru di daerah Jabodetabek dan Surabaya, 20% untuk pembelian peralatan medis, 16% untuk akuisisi tanah, dan 8% sisanya untuk ekspansi akuisisi rumah sakit.
ACST - Target kontrak baru
PT Acset Indonusa manargetkan kontrak baru meningkat sebesar 33.33% menjadi Rp 2 Triliun dibandingkan dengan realisasi pencapaian kontrak baru tahun 2014 sebesar Rp 1.5 Triliun. Target kontrak baru tersebut sekitar 90% berasal dari proyek-proyek milik swasta. Untuk proyek swasta, ACST akan lebih banyak menggarap konstruksi pondasi high rise building dan sisanya sekitar 10% berasal dari proyek pemerintah. ACST telah menganggarkan belanja modal tahun ini sebesar Rp 60 Miliar.
GZCO - Memperluas lahan tanam sawit
PT Gozco Plantations (GZCO) berencana menanam kelapa sawit di atas lahan baru seluas 1,000-2,000 Ha pada tahun ini. Sehingga, GZCO akan memiliki lahan tertanam seluas 42,635-43,635 Ha pada 2015. Manajemen mengungkapkan hingga akhir 2014, GZCO memiliki total land bank seluas 67,804 Ha dan lahan tertanam 41,635 Ha dengan usia rata-rata tanaman saat ini 9 tahun 9 bulan. Total biaya penanaman tahun ini diperkirakan mencapai Rp 53 Miliar-Rp 114 Miliar.
INAF -Target laba bersih
PT Indofarma (INAF) menargetkan laba bersih tahun ini sebesar RP 33 Miliar, naik dibandingkan dengan laba bersih tahun lalu senilai. Rp 1.16 Miliar. Untuk dapat mencapai target tersebut perseroan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 135 Miliar guna mendanai ekspansi melalui pelebaran pabrik, serta untuk peremajaan existing mesin di Cibitung, Bekasi, Jawa Barat. Sumber belanja modal berasal dari penerbitan surat utang jangka menegah (medium term notes/MTN) sebesar Rp 160 Miliar.
KRAS - Belanja modal
PT Krakatau Steel (KRAS) mengalokasikan belanja modal tahun ini sebesar US$ 500 Juta, naik dibandingkan 17,7% dibandingkan realisasi tahun lalu US$ 424.6 Juta. Sesuai rencana, sekitar US$ 400 Juta dari belanja modal akan digunakan untuk penyelesaian pabrik blast furnance, serta memulai kontruksi pabrik baja lembaran canai II (hot strip mill). Selain itu, KRAS juga akan mengalokasikan US$ 12- US$ 13 Juta untuk operasional dan mengucurkan dana kepada entitas anak usaha senilai US$ 57 Juta. Pabrik blast furnance yang menelan total investasi senilai US$ 632 Juta ditargetkan selesai tahun ini dan dapat memproduksi baja cair hingga 1.2 juta ton per tahun. Sumber belanja modal dari kas internal dan eksternal.